ADVERTISEMENT

Sedihnya Javier Roca Lihat Suporter Meninggal dalam Dekapan Pemain

Kris Fathoni W - Sepakbola
Selasa, 04 Okt 2022 12:40 WIB
Pelatih Persik Kediri Javier Roca
Pelatih Arema Javier Roca. Foto: Andhika Dwi
Jakarta -

Pelatih Arema FC Javier Roca amat terpukul dengan Tragedi Kanjuruhan. Salah satu momen paling memilukan adalah suporter yang meninggal dunia dalam dekapan pemainnya.

"Kami tak pernah menduga hal semacam ini akan terjadi, para pemain punya hubungan baik dengan suporter," kata Javier Roca dalam wawancara dengan media Soanyol Cadena Ser.

"Saya pergi ke ruang ganti, dan beberapa pemain tetap berada di lapangan. Ketika kembali kembali dari konferensi pers, saya mengetahui tragedi ini dan situasi di dalam stadion. Para pemain lewat dengan membawa korban di tangan mereka," sebutnya.

Ada satu adegan yang amat memilukan buatnya. "Yang paling memilukan saat korban masuk untuk dirawat oleh tim dokter. Sekitar dua puluh orang masuk dan empat meninggal. Ada suporter yang meninggal dunia dalam dekapan pemain."

Javier Roca, yang sudah malang-melintang dalam persepakbolaan Asia Tenggara selama dua dekade terakhir dan secara khusus terlibat di Liga Indonesia sebagai pemain dan pelatih, mengingatkan bahwa kejadian serupa "ada di seluruh dunia."

"Sepenting apapun, tidak ada hasil di dalam pertandingan yang melebihi nyawa manusia," sebutnya menegaskan.

Tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga Arema vs Persebaya FC, yang berakhir 2-3 untuk kekalahan Singo Edan. Suporter tuan rumah yang kecewa memasuki lapangan Stadion Kanjuruhan untuk memprotes.

Aksi itu, menurut kesaksian beberapa suporter, ditanggapi aparat dengan brutal. Pendukung yang masuk dipukul mundur, dengan puncaknya ditembaki gas air mata oleh aparat.

Gas air mata itu yang membuat kepanikan pecah sampai ke tribune. Asap pedas dan menyesakkan membuat penonton berebut keluar stadion. Di tengah suasana panik itu, korban berjatuhan akibat terinjak-injak dan kehabisan napas.

(krs/cas)

ADVERTISEMENT