'Saatnya PSSI-PT Liga Indonesia Baru Berjiwa Ksatria: Mundur!'

ADVERTISEMENT

'Saatnya PSSI-PT Liga Indonesia Baru Berjiwa Ksatria: Mundur!'

Tim Detikcom - Sepakbola
Selasa, 04 Okt 2022 15:23 WIB
Logo PSSI
Pengurus PSSI dan PT Liga Indonesia Baru diminta mundur. (Foto: Hasan Al Habshy)
Jakarta -

Tuntutan agar pengurus PSSI dan PT Liga Indonesia Baru agar mundur dari jabatannya terus bergaung. Tapi, mengundurkan diri ditegaskan pecinta bola nasional bukan untuk cuci tangan atas Tragedi Kanjuruhan.

Tragedi Kanjuruhan memakan korban sebanyak 125 korban jiwa. Peristiwa itu terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022), usai Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya.

Kementerian Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia sudah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Independen untuk mencari titik terang dari Tragedi Kanjuruhan. Pihak Polda Jatim, lewat Kapolda Jatim Nico Afinta, sudah mengucapkan permintaan maaf atas kekurangan dalam pengamanan.

Pihak POLRI sudah melakukan langkah dengan mencopot 10 anggotanya. Salah satunya adalah, AKBP Ferli Hidayat, yang dicopot dari jabatan Kapolres Malang. Sementara itu, Panglima TNI, Andika Perkasa, sudah memerintahkan anggotanya yang terlibat pada Tragedi Kanjuruhan untuk diperiksa.

Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, sudah menjawab desakan mundur dari berbagai pihak. "Ooo.. apa namanya, desakan ya, biar semua orang bisa bicara apa saja ya," kata Iwan Bule lalu tersenyum saat ditanya detikJatim di Mapolres Malang, Senin (3/10/2022).

Forum Komunikasi Supporter Indonesia, lewat Richard Ahmad, menuntut PSSI dan PT LIB segera mundur sebagai tanggung jawab moral. Dia juga mengkhawatirkan pengumpulan fakta tak akan berjalan maksimal kalau pengurus PSSI dan LIB saat ini masih menjabat posisinya.

"Kejadian ini kan pihak Kepolisian sudah menyampaikan keberatan kalau bermain malam. Tetapi, LIB tidak mengindahkan itu. Justru mengeluarkan surat kembali agar pertandingan dimainkan sesuai jadwal semula," kata Richard saat berbincang dengan detikSpor, Selasa (4/10).

"Jadi, ini kemauan LIB dan Federasi yang hanya mengejar rating. Justru dalam arahan itu, stadion itu 38 ribu, panitia mencetak 42 ribu. Itu SOP sudah jelas. Di satu sisi, keamanan juga tidak memberhentikan pertandingan, justru memuluskan pertandingan. Yang disampaikan Pak Mahfud adalah itu. Ini ada tujuan pidana di luar dari area stadion. Ada komunikasi di luar itu yang lagi dikejar terkait pidana."

ADVERTISEMENT