Tragedi Kanjuruhan: Aremania Juga Kumpulkan Data Korban, Ini Tujuannya

ADVERTISEMENT

Tragedi Kanjuruhan: Aremania Juga Kumpulkan Data Korban, Ini Tujuannya

M Bagus Ibrahim - Sepakbola
Rabu, 05 Okt 2022 12:45 WIB
Patung Singa Stadion Kanjuruhan
Karangan bunga untuk mengenang korban Tragedi Kanjuruhan. Foto: Muhammad Aminudin
Malang -

Polri mengatakan 131 orang meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan akhir pekan lalu. Di satu sisi, Aremania ingin memastikan apa data yang dirilis itu sesuai dengan kenyataan di lapangan atau tidak.

Hal tersebut diungkapkan salah satu Aremania, Dadang Indarto kepada awak media, Rabu (5/10/2022). Upaya ini dilakukan untuk memastikan tak ada korban yang tak terdata. Apalagi suporter Arema FC ada juga yang berdomisili di luar Malang.

"Kami mengumpulkan data-data konkret korban Tragedi Kanjuruhan. Nanti hasilnya akan kita bandingkan dengan data pemerintah, (apakah) beda atau sama," ujar Dadang, seperti dikutip detikJatim.

"Jadi teman-teman dari Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Blitar, Madiun, Magetan itu akan bekerja sama dengan kami mengumpulkan data," lanjutnya.

Aremania lainnya, Ambon Fanda menambahkan bahwa pendataan yang dilakukan suporter tidaklah dilakukan mandiri, melainkan bekerja sama dengan tim-tim independen di luar instansi pemerintahan. Diharapkan data yang diperoleh akurat dan bisa dipercaya.

"Jadi kita berkolaborasi dengan mereka atau pun kita melakukan gerilya ke desa-desa yang warganya meninggal saat kejadian. Harus secepatnya karena ini gak bisa dibiarkan berlarut-larut, walau nggak kesusu-susu (keburu-buru) banget," ujar Ambon.

Sebelumnya, Polri mengumumkan ada penambahan jumlah korban meninggal Tragedi Kanjuruhan. Data resmi yang dikeluarkan kepolisian awalnya berjumlah 125 orang, namun kini menjadi 131 orang.

"Jadi data korban meninggal 131 orang. Non-faskes penyebab selisihnya setelah semalam dilakukan pencocokan data bersama dinas kesehatan, Tim DVI dan direktur rumah sakit," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo hari ini.

(adp/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT