Tragedi Kanjuruhan: Suporter Bersatu demi Kemanusiaan

ADVERTISEMENT

Tragedi Kanjuruhan: Suporter Bersatu demi Kemanusiaan

Lucas Aditya - Sepakbola
Rabu, 05 Okt 2022 17:43 WIB
Tampak suporter PSIM, PSS Sleman hingga Persis Solo menjejali area parkir sebelah barat Mandala Krida. Sembari mengangkat lilin, ribuan orang tersebut mendoakan ratusan orang yang meninggal dalam tragedi di Kanjuruhan Malang.
Suporter Indonesia lupakan rivalitas demi kemanusiaan. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Jakarta -

Tragedi Kanjuruhan memicu rivalitas suporter klub Indonesia memudar. Ikrar untuk damai muncul dari berbagai daerah di tanah air.

Sabtu (1/10/2022), menjadi hari yang kelam untuk sepakbola Indonesia. Sebanyak 131 orang menjadi korban jiwa selepas Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Singo Edan kalah 2-3 dari Bajul Ijo. Persebaya mencetak gol lewat Silvio Junior, Leo Lelis, dan Sho Yamamoto. Arema FC membalas via gol Abel Camara yang mencetak brace.

Ratusan orang yang meninggal itu membuat banyak suporter yang mempunyai rivalitias tinggi sepakat damai. Salah satunya yang terjadi di Jawa Tengah dan Darah Istimewa Yogyakarta.

Pendukung PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, dan Persis Solo bahkan mengadakan doa bersama untuk korban-korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022) malam WIB.

'Mataram is Love' dan #PenakSeduluran pun menjamur di penjuru wilayah Jateng-DIY dan lini masa.

Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin mengatakan pihaknya beserta suporter dari klub lain khususnya rival melakukan doa bersama hingga salat gaib. Dia menyebut momen doa ini berlangsung cair antarsuporter karena dapat berkumpul menjadi satu demi rasa kemanusiaan akibat Tragedi Kanjuruhan.

"Alhamdulillah ini benar-benar sesuatu yang luar biasa bagi kami malam ini, ada kegiatan di Mandala Krida dalam rangka doa bersama untuk saudara-saudara kita di Kanjuruhan, dan di samping saya ada Mas Maryadi dari Persis, Mas Fikar (BCS), Mas Budi Item (Maident) ada teman-teman dari Sleman, Solo lengkap di sini," kata Muslich kepada wartawan seperti dikabarkan detikJateng.

"Ini momen yang mungkin sudah lama dinanti dari publik bola di Indonesia ya. Jadi Alhamdullilah malam ini bisa mempertemukan meski masih di masa yang berduka cita. Jadi kami belum bisa ngomong yang banyak, alhamdulillah acara malam ini berjalan sukses, mungkin ke depan akan ada hal-hal yang kita lakukan di antara lintas pengurus," ujarnya.

Terkait komitmen perdamaian antarsuporter khususnya suporter PSIM-Persis Solo, dia menyebut masing-masing wadah suporter bakal semakin intens berkomunikasi.

"Itu tadi saya sampaikan bahwa malam ini fokus kita adalah menyukseskan acara doa bersama ini, ke depan nanti kita dari teman-teman perwakilan masing-masing wadah ini akan lebih intens komunikasi," ucapnya.

(cas/krs)

ADVERTISEMENT