Ini Hasil Rakor Menpora dengan PSSI-Polri soal Evaluasi Sepakbola RI

ADVERTISEMENT

Ini Hasil Rakor Menpora dengan PSSI-Polri soal Evaluasi Sepakbola RI

Mercy Raya - Sepakbola
Kamis, 06 Okt 2022 17:52 WIB
Menpora RI Zainudin Amali (Karin/detikcom)
Foto: Menpora RI Zainudin Amali (Karin/detikcom)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan mengundang stakeholder terkait, termasuk PSSI, guna menyelaraskan peraturan terkait pelaksanaan pertandingan sepakbola di Indonesia sebagai buntut dari Tragedi Kanjuruhan.

Pertemuan itu pun dilangsungkan di Wisma Kemenpora, Kamis (6/10/2022). Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto dan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, perwakilan kepolisian, Kemendagri, Kementerian Kesehatan, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta empat perwakilan suporter dari Persija, Persib, Arema, dan Persebaya.

Dalam pertemuan yang dilangsungkan kurang lebih dua jam itu, Menpora membeberkan hal-hal yang dibahas. Terutama terkait evaluasi menyeluruh dari penyelenggaraan kompetisi sepakbola nasional.

Ada beberapa catatan penting yang disorotinya. Apa saja?

"Pertama, kita tak membahas sama sekali tentang perkembangan yang ada di tragedi Kanjuruhan. Karena ada tim yang ditunjuk melalui Keppres, yaitu Tim Gabungan Independen Pencari Fakta. Mereka sudah bekerja walaupun saya wakil tapi tak menyentuh itu. Itu menjadi urusan tim," kata Amali usai rapat.

"Dan apa yang jadi urusan Polri kami juga tak masuk ke sana. Yang kami diskusikan dan menjadi catatan kami, ialah melakukan evaluasi menyeluruh dari penyelenggaraan kompetisi sepakbola nasional," tuturnya.

"Tentu tak hanya Liga 1, Liga 2, tapi termasuk Liga 3, masukan yang disampaikan peserta rapat saya kira cukup mewakili situasi yang sedang ada," lanjutnya.

Menpora asal Gorontalo itu juga menyoroti secara serius terkait suporter dan stadion.

"Di dalam Undang-Undang sudah mengatur hak dan kewajibannya tapi mungkin belum tersosialisasi dengan baik oleh para suporter dan penonton kita. Itu jadi tugas PSSI dan elemen-elemen yang berkaitan dalam menentukan langkah untuk sosialisasi agar tak terjadi lagi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

"Saya senang dapat komitmen dari para suporter terutama yang dianggap berlawanan dan dikonotasikan antara Persebaya dengan Arema, Persib dengan Persija. Semua punya tekad dan jadi bagian sepakbola," tuturnya.

"Selain itu, kita juga menyadari bawah tempat-tempat stadion milik Pemda, Kabupaten, kota Provinsi, sesuai arahan Bapak Presiden khususnya, saat beliau ke stadion Kanjuruhan, akan melakukan audit menyeluruh terhadap stadion-stadion yang digunakan klub dari Liga 1, 2 dan 3. Tapi tentu kami prioritaskan yang telah digunakan. Setelah itu diperluas ke yang belum digunakan."

"Terutama hal-hal yang sangat serius yakni tentang pintu keluar dan masuk dan tempat-tempat lainnya yang perlu perhatian khusus," kata politikus Golkar itu.

Tak hanya itu, Menpora Amali juga membahas seputar standar operasional pengamanan kesehatan.

"Jadi setiap pertandingan harus ada persyaratan minimum yang disediakan di tempat, sehingga saat ada insiden, penanganan bisa ada di tempat. Lalu kepada Polri juga telah diberi masukan oleh PSSI baik aturan FIFA maupun PSSI sendiri yang terkait pengamanan. Dan hal paling penting, PSSI diminta sosialisasi aturan-aturan FIFA dan PSSI kepada Pemda pemilik stadion atau terkait itu. Jadi semua akan tahu. Itu semua akan dibuat dan disosialisasikan," kata Amali.

(mcy/krs)

ADVERTISEMENT