5 Poin yang Disorot Jokowi soal Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

5 Poin yang Disorot Jokowi soal Tragedi Kanjuruhan

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 07 Okt 2022 10:17 WIB
Presiden Jokowi tinjau Stadion Kanjuruhan, Malang
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo menaruh perhatian serius pada Tragedi Kanjuruhan. Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan ada lima hal yang disorot.

Tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya akhir pekan lalu. Setidaknya 131 orang tewas usai pertandingan.

Usai laga, suporter sempat masuk ke lapangan dan kemudian ditanggapi aparat dengan kekerasan. Gas air mata menjadi puncak aksi polisi, yang dilepaskan ke berbagai penjuru stadion, termasuk tribune yang banyak dihuni perempuan dan anak kecil.

Suporter yang panik kemudian terjebak tak bisa keluar. Sampai akhirnya suporter berdesakan, terinjak-injak, dan kehabisan napas di dalam stadion.

Aksi itu menimbulkan banyak sorotan. Mulai dari profesionalisma petugas kepolisian, profesionalisme penyelenggara sepakbola, dan berbagai aspek lain.

Pemerintah, melalui perintah Jokowi langsung, membuat Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atas Tragedi Kanjuruhan. Menko Polhukam Mahfud MD memimpin langsung tim tersebut.

Mahfud, dalam program acara Mata Najwa bertajuk Tragedi Kanjuruhan: Usut Sampai Tuntas, menjelaskan bahwa Presiden Jokowi menyoroti lima hal dalam Tragedi Kanjuruhan. Apa saja?

"Ketika memanggil saya membentuk TGIPF, ya itu karena perhatiannya bukan hanya itu [masalah stadion]. Satu gas air mata, dua profesionalisme polisi, ketiga soal regulasi," kata Mahfud.

"Lalu peran suporter, dan terakhir penyelenggara. 'Semua itu teliti, sampaikan ke saya dalam waktu singkat karena kesalahannya sudah jelas," kata Mahfud memgulang perintah Jokowi.

"Tapi saya bilang, 'Pak, kalau neliti gitu tidak cukup seminggu dua minggu, saya minta satu bulan. Tidak dipercepat, baik saya usahakan," kata Mahfud MD, menjelaskan perintah Presiden Jokowi dalam penanganan Tragedi Kanjuruhan.

Kepolisian yang ikut mengusut kejadian, sejauh ini sudah menetapkan enam tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan. Tiga di antaranya adalah penyelenggara pertandingan, yakni Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Ahmad Hadian Lukita, Ketua panitia pelaksana pertandingan Abdul Haris, dan petugas keamanan Soko Sutrisno.

(yna/krs)

ADVERTISEMENT