5 Tuntutan Persis Solo dalam Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

5 Tuntutan Persis Solo dalam Tragedi Kanjuruhan

Randy Prasatya - Sepakbola
Sabtu, 08 Okt 2022 02:00 WIB
persiapan jelang 7 hari tragedi di Stadion Kanjuruhan Kota Malang
Karangan bunga di pintu stadion Kanjuruhan. (Foto: Muhammad Aminudin)
Jakarta -

Persis Solo menyatakan tuntutan terkait tragedi Kanjuruhan. Ada lima poin yang disampaikan klub berjulukan Laskar Sambernyawa.

131 orang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan pasca duel Arema FC vs Persebaya Surabaya. Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam musibah itu, yakni AHL (Dirut LIB), AH (Ketua Panpel), SS (Security Officer), Wahyu SS (Kabag Ops Polres Malang), H (Deputi 3 Danyon Brimob Polda Jatim), dan BSA (Samaptha Polres Malang)

Penetapan enam tersangka diharapkan bukan menjadi akhir dari pembenahan masalah di sepakbola. Persis kemudian melayangkan lima poin tuntutan yang dibuat di situs resmi klub.

Isi tuntutan Persis Solo

Persis turut berbelasungkawa atas insiden yang terjadi di Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu. Kami juga memanjatkan doa untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan, agar diberi kekuatan dan ketabahan untuk melewati peristiwa duka ini. Selain itu, Persis juga menuntut untuk segera ada pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat, dan menuntut adanya reformasi sistematik sebagai upaya perubahan agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari.

Oleh karenanya, Persis menuntut untuk:

1. Adanya forum lintas klub, panpel, dan aparat berwenang yang diinisiasi oleh operator liga dan federasi, untuk membahas reformasi standar operasional keamanan di dalam dan di luar stadion.

2. Adanya pihak yang harus bertanggungjawab atas insiden di Kanjuruhan, serta diproses hukum secara transparan dan seadil-adilnya.

3. Peniadaan jam kick-off yang terlalu malam, agar meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Federasi, operator, dan official broadcast harus mempertimbangkan rekomendasi dari klub yang berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan aparat setempat.

4. Adanya reformasi sistematik di dalam kepengurusan ekosistem sepakbola Indonesia sebagai bentuk respons atas insiden yang terjadi di Kanjuruhan, sekaligus bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi masa depan sepakbola Indonesia yang lebih baik.

5. Jika tuntutan tersebut urung bisa dipenuhi, Persis mengajukan mosi tidak percaya sebagai pernyataan sikap klub.



Simak Video "Komnas HAM Serahkan Laporan Investigasi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/mrp)

ADVERTISEMENT