Ada Rekomendasi Sepakbola Indonesia Dibekukan, Awas Ditegur FIFA

ADVERTISEMENT

Ada Rekomendasi Sepakbola Indonesia Dibekukan, Awas Ditegur FIFA

Tim Detikcom - Sepakbola
Minggu, 06 Nov 2022 01:15 WIB
AUSTIN, TX - OCTOBER 07: A detail view of a FIFA logo is seen on a banner during a CONCACAF World Cup qualifying match between the United States and Jamaica on October 07, 2021 at Q2 Stadium in Austin, TX. (Photo by Robin Alam/Icon Sportswire via Getty Images)
Rekomendasi Komnas HAM dikhawatirkan mengundang sanksi FIFA (Icon Sportswire via Getty Images/Icon Sportswire)
Jakarta -

Komnas HAM baru-baru ini meminta sepakbola Indonesia dibekukan sementara. Pernyataan itu dinilai berisiko mengundang respons negatif dari FIFA.

Waktu tiga bulan diberikan Komnas HAM agar dapat dilakukan perbaikan dalam tubuh PSSI. Jika tidak, seluruh aktivitas PSSI terancam dibekukan. Ini menyusul belum adanya tindakan tegas usai Tragedi Kanjuruhan yang terjadi awal Oktober.

Selain meminta agar PSSI membekukan seluruh pertandingan sepakbola, Komnas HAM meminta PSSI mengevaluasi statuta, aturan keamanan dan keselamatan, kode disiplin, perjanjian kerjasama dengan pihak terkait dengan pertandingan sepakbola.

PSSI didesak untuk bekerjasama dengan klub dalam hal pembinaan suporter. Terakhir PSSI juga perlu bertanggungjawab secara kelembagaan atas tragedi tersebut dan mematuhi proses hukum.

Rekomendasi ini dikhawatirkan jadi bentuk intervensi pemerintah kepada PSSI yang nyata-nyata dilarang oleh FIFA. Apalagi Indonesia pada tahun 2015 juga pernah disanksi FIFA karena masalah serupa.

Sebab FIFA bisa saja menganggap rekomendasi itu sebagai intervensi, sehingga dapat mengancam peluang Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dan juga beberapa kompetisi internasional lainnya.

"Paling tidak kita khawatir FIFA bisa menganggap hal ini sebagai bentuk intervensi," ujar Mantan Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) Djoko Pekik dalam keterangannya kepada media, Sabtu (5/11/2022).

Oleh karenanya, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY ini menegaskan solusi yang bisa diambil untuk menyelesaikan masalah saat ini adalah Kongres Luar Biasa (KLB). Dari KLB tersebut, diharapkan terjadi reformasi total baik lembaga hingga program khususnya untuk akselerasi pembangunan sepakbola modern yang bisa membawa prestasi dunia.

Pernyataan Djoko ini sejalan dengan Menpora Zainudin Amali yang beberapa waktu lalu menegaskan pemerintah tidak akan ikut campur dalam pelaksanaan KLB yang akan dilakukan PSSI.

"Menurut saya KLB adalah jalan terbaik sehingga nantinya permasalahan sepakbola Tanah Air bisa selesai."



Simak Video "Komnas HAM Beri Waktu PSSI Benahi Lisensi Dalam 3 Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT