Pengamat Minta Liga 1 Segera Bergulir, Ini Sebabnya

ADVERTISEMENT

Pengamat Minta Liga 1 Segera Bergulir, Ini Sebabnya

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 07 Nov 2022 13:45 WIB
Logo Liga 1
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Liga 1 dan kompetisi sepakbola lainnya belum bergulir lagi setelah Tragedi Kanjuruhan. Pengamat Budi Setiawan menyebut, klub-klub sudah jebol pemasukannya.

Setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober kemarin, Liga 1 dan kompetisi sepakbola lainnya di Indonesia disetop sementara. Pemerintah lewat tim TGIPF (Tim Gabungan Independen Pencari Fakta) sudah lakukan investigasi.

Sejauh ini enam orang sudah jadi tersangka. Selanjutnya, ada desakan kepada PSSI untuk menggelar KLB demi mereformasi sepakbola Indonesia untuk lebih baik lagi.

Rencana Liga 1 yang terhenti pada pekan ke-11 belum dimulai. Sudah ada wacana sentralisasi, tapi beberapa pihak menolaknya.

Lebih dari itu, Liga 1 yang masih terhenti pun menjadi kekhawatiran tiap klub. Sebab, klub-klub tidak punya pemasukan.

"Dampak Liga 1 belum dimainkan tentu sangat besar. Secara kerugian finansial sudah pasti, pemasukan dari tiket pertandingan tidak ada, income dari sektor lain juga serba tidak pasti, sementara gaji pemain dan official dan manajemen harus tetap dibayar," ujar founder Football Institute, Budi Setiawan.

"Kompetisi yang terhenti di tengah jalan akan mengacaukan konsentrasi dan moral pemain. Fisik pemain pun akan turun karena tidak ada pertandingan atau uji coba," sambungnya.

Budi menutup, idealnya Liga 1 dimulai selambat-lambatnya pada awal September. Namun kembali, keputusan ada di PSSI dan PT LIB untuk meyakinkan pemerintah kalau kali ini Liga 1 akan berjalan aman!

"Setelat-telanya harusnya awal Desember sudah bergulir. Tapi itu kembali bagaimana PSSI dan PT LIB dapat meyakinkan pemerintah dan kepolisian untuk mengeluarkan izin," ungkapnya.

"Bukan hanya sekadar kompetisi jalan, tapi komitmen awal adanya ratifikasi regulasi FIFA/PSI dengan kepolisian dapat diuji oleh publik agar kejadian Tragedi Kanjuruhan tidak terulang kembali. Dan sudah ada direksi baru PT LIB, itu penting agar publik dapat melihat suasana baru yang lebih meyakinkan, kredibel dan memberikan harapan bagi kepastian kelanjutan kompetisi," pungkasnya.

(aff/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT