FIFA Restui KLB PSSI, Sinyal Terang Demi Sepakbola Indonesia

ADVERTISEMENT

FIFA Restui KLB PSSI, Sinyal Terang Demi Sepakbola Indonesia

Afif Farhan - Sepakbola
Jumat, 11 Nov 2022 18:40 WIB
A sign of the FIFA is seen at the entrance of the footballs world body on July 20, 2015 in Zurich. FIFA leaders met July 20 to decide a date for an election to replace president Sepp Blatter and reform steps as footballs world body confronts its biggest corruption crisis.  AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI        (Photo credit should read FABRICE COFFRINI/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/FABRICE COFFRINI
Jakarta -

FIFA merestui Kongers Luar Biasa (KLB) PSSI. Itu dinilai sebagai sinyal baik demi kelanjutan kompetisi sepakbola Indonesia.

PSSI sebelumnya berkirim surat kepada FIFA meminta legitimasi pelaksanaan Kongres Biasa pada 7 Januari 2023 dan KLB pada 17 Maret 2023

FIFA akhirnya membalas surat tersebut, yang mana PSSI diminta melaksanakan Kongres Biasa pada 14 Januari 2023 dan KLB pada Februari 2023. Artinya lebih maju satu bulan dari yang diagendakan PSSI.

Pengamat sepakbola dari Football Institute, Budi Setiawan menilai hal tersebut sebagai sinyal baik. Semata-mata, itu semua dinilainya demi kelanjutan sepakbola di Indonesia lagi.

"Dari sini dapat dilihat bahwa FIFA merestui terjadinya KLB di PSSI. Sejatinya itu karena exco sudah memutuskan melalui emergency meeting, sehingga FIFA mengamini saja keinginan dari PSSI. Jadi secara aturan tidak ada yang ditabrak," jelasnya dalam keterangan yang diterima detikSport.

Budi melanjutkan, sepakbola Indonesia yang segera cepat bergulir lagi dinilai semata-mata demi keberlangsungan Timnas Indonesia. Ada beberapa agenda Skuad Garuda khususnya pagelaran Piala Dunia U-20.

"Lebih jauh dari itu, sepertinya dimajukannya jadwal KLB pemilihan, agar exco terpilih memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan Piala Dunia U-20. Apalagi tanggalnya KLB berdekatan dengan tanggal 14 hari valentine, mungkin ini kado cinta dari FIFA kepada Indonesia dan suporter sepakbola Indonesia," tutupnya.

(aff/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT