Temui PSSI, Suporter Klub Indonesia Ajukan 6 Tuntutan

ADVERTISEMENT

Temui PSSI, Suporter Klub Indonesia Ajukan 6 Tuntutan

Randy Prasatya - Sepakbola
Sabtu, 19 Nov 2022 01:00 WIB
Ketum PSSI Iwan Bule terlihat duduk bareng sejumlah komunitas suporter. Momen tersebut terlihat sangat intim.
Foto: Dok. PSSI
Jakarta -

PSSI mengadakan pertemuan dengan perwakilan suporter klub di Indonesia. Ada enam poin sikap yang dituangkan suporter untuk kemajuan sepakbola Tanah Air.

PSSI bersama KONI dan Kemenpora menggelar sarasehan bersama para Suporter Indonesia usai Tragedi Kanjuruhan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Ketua Umum KONI Marciano Norman dan Plt. Deputi 4 bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Raden Isnanta di Hotel Aston Kartika, Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Sebanyak 24 kelompok suporter hadir dalam kegiatan tersebut. Terdiri dari 18 suporter perwakilan klub Liga 1 dan ada 6 suporter perwakilan dari Liga 2.

Ada enam poin yang sikap yang dikeluarkan oleh Presidium Nasional Suporter Sepakbola Indonesia. Hal itu terdiri dari: Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Malang tanpa pandang bulu, mendorong percepatan kompetisi bergulir dengan normal, hilangkan arogansi aparat terhadap suporter, kepastian kenyamanan suporter di stadion, verifikasi stadion sesuai standar FIFA dan kedisiplinan pengaturan kapasitas (tiket), percepatan transformasi sepakbola nasional dengan melibatkan perwakilan suporter, dan percepatan implementasi UU No 11 tahun 2022 tentang keolahragaan.

[Gambas:Instagram]

Presidium Nasional Suporter Sepakbola Indonesia meminta sikapnya itu direspons selama tujuh hari ke depan. Jika gagal, suporter akan secara serentak melakukan aksi di seluruh kota Indonesia.

Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI, Budiman Dalimunthe, menjelaskan bahwa pertemuan dengan suporter ini agenda rutin. Seluruh perwakilan kelompok suporter yang hadir telah mendapatkan surat rekomendasi dari klub.

"Ini program. PSSI sudah punya program sosialisasi dari tahun 2020. Pertama kali di Pullman, cuma selanjutnya ada pandemi maka kami tidak bisa bertemu secara langsung dan harus secara online," kata Budiman kepada detikSport.

"Setelah dua tahunan tidak bertemu, harus refresh lagi. Soal aturan dan banyak hal. Sudah ada Undang-Undang No. 11 juga tentang keolahragaan. Kemudian FIFA ternyata bikin Task Force, yang termasuk di antaranya ada suporter. Topi di pertemuan juga pada akhirnya membahas solidaritas Tragedi Kanjuruhan," sambungnya.



Simak Video "Ucapan 'Nggak Jantan' dari PSSI di Tengah Desakan Iwan Bule Mundur"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/bay)

ADVERTISEMENT