Venue Piala Dunia U-20 Bisa Dipakai Event Lain? PSSI Tunggu Jawaban FIFA

ADVERTISEMENT

Venue Piala Dunia U-20 Bisa Dipakai Event Lain? PSSI Tunggu Jawaban FIFA

Mercy Raya - Sepakbola
Selasa, 29 Nov 2022 08:00 WIB
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule memenuhi panggilan Komnas HAM. Iwan Bule akan diperiksa Komnas HAM terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang.
Ketum PSSI Mochamad Iriawan. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PSSI masih menunggu jawaban FIFA terkait boleh tidaknya enam venue untuk Piala Dunia U-20 2023 digunakan untuk event lain. Mereka berharap pekan ini dapat surat balasan.

Induk sepakbola Indonesia itu telah mengirim surat kepada FIFA pada 24 November lalu, meminta kejelasan apakah venue yang ditunjuk boleh digunakan untuk kegiatan lain, khususnya sepakbola.

Pria yang biasa dipanggil Iwan Bule itu menyebut surat balasan dari FIFA nantinya bisa menjadi pegangan PSSI dalam menyiapkan venue Piala Dunia U-20. Termasuk soal pengelolaan dan keamanannya.

Seperti diketahui, ada enam venue yang sudah ditetapkan sebagai lokasi pertandingan, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno, Stadion Gelora Sriwijaya, Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Manahan, Stadion Gelora Bung Tomo, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta.

"Nah, ini kita tunggu suratnya. Mudah-mudahan pekan ini dibalas suratnya, sehingga bisa disampaikan kepada yang bertanggung jawab pada enam venue tersebut, untuk kemudian dilaporkan kepada Menpora," kata Ketum PSSI Mochamad Iriawan usai rapat koordinasi penyelenggaraan sepakbola Liga 1 di Auditorium Wisma Kemenpora, Senin (28/11/2022).

"Kita hanya minta ketegasan terkait pengelolaan venue tersebut untuk pemakaiannya menjelang Piala Dunia. Kita tunggu suratnya," ujarnya.

Harapan senada diungkapkan Menpora Zainudin Amali. Menurutnya, surat balasan dari FIFA menjadi pegangan penting untuk PSSI dalam bergerak. "Kita sedang menunggu. Mudah-mudahan FIFA segera merespons surat dari PSSI tersebut," kata Amali dalam kesempatan yang sama.

"Beberapa waktu lalu saya sampaikan, pada saat renovasi sudah mulai, maka berarti penggunaannya sudah tidak bisa. Jadi, begitu masuk renovasi, itu sudah tidak boleh (digunakan) karena setelah itu akan dilanjutkan dengan pemeliharaan sampai dengan event," ujarnya.

"Nah, sekarang kita sedang menunggu konfirmasi dari FIFA. Sekarang kan ada enam stadion, bisa saja nanti tinggal lima atau empat (yang diperbolehkan FIFA). Jadi tergantung penilaian FIFA. Tapi bagi kami apa yang diputuskan FIFA, itu yang akan kami jalankan," Amali mempertegas.

(mcy/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT