Polri Masih Timbang Resiko Keamanan Laga Liga 1

ADVERTISEMENT

Polri Masih Timbang Resiko Keamanan Laga Liga 1

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 02 Des 2022 22:38 WIB
Ada yang berbeda di Stadion Kanjuruhan malam ini. Jelang laga Arema FC vs PSM Makassar, Aremania membentangkan Bendera Merah Putih raksasa di tribun.
Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Jakarta -

Izin lanjutan Liga 1 2022 belum keluar setelah kick-off batal 2 Desember 2022. Polri masih menimbang-nimbang resiko keamanan laga sepakbola.

Awalnya PT Liga Indonesia Baru (LIB) merencanakan lanjutan kompetisi digelar mulai Jumat (2/12/2022). Tetapi Polri menilai bahwa masih ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi PT LIB setelah kedua pihak bertemu dalam Rapat Koordinasi (Rakor), yang juga dihadiri instansi lainnya di Mabes Polri, Selasa (29/11).

Salah satu persyaratan tersebut adalah verifikasi stadion. Dari lima venue yang ditunjuk menjadi lokasi sentralisasi, dua di antaranya yakni Stadion Moch Soebroto dan Stadion Sultan Agung belum diverifikasi.

Setelah rakor tersebut, Mabes Polri bersama Kementerian PUPR melakukan verifikasi ke lima stadion yang ditunjuk untuk menjadi venue sentralisasi lanjutan Liga 1. Tiga venue lainnya adalah Stadion Manahan, Stadion Jatidiri, dan Stadion Maguwoharjo.

Sebagaimana diketahui, verifikasi stadion menjadi aspek utama dalam penyelenggaraan laga sepakbola di Indonesia. Sebab Presiden RI Joko Widodo meminta evaluasi semua stadion di Indonesia, terutama yang akan digunakan di kompetisi sepakbola, harus memenuhi standar keamanan dan keselamatan sebagaimana ketetapan FIFA.

Selain itu, terbit juga Peraturan Kepolisian (Perpol) No 10 Tahun 2022 yang menjadi standar baru pengamanan sepakbola. Stakeholder sepakbola masih menelaah apakah ketetapan di Perpol bisa diterapkan di laga sepakbola.

"Tentang pengamanan sepakbola dan olahraga, sekarang yang mau kami hadapi adalah rencana kelanjutan Liga 1. Proses aturan baru itu harus ada penilaian resiko. Itu di tempat-tempat yang akan dilaksanakan kompetisi," kata Karobinops Sops Polri Brigjen Pol Roma Hutajulu, Jumat (2/12).

"Sekarang sedang berproses (verifikasi) di lima stadion. Proses aturan baru itu harus ada penilaian resiko. Nah, untuk penilaian resiko itu kan di tempat-tempat nantinya yang akan dilaksanakan kompetisi dan itu sekarang sedang berjalan, sedang berproses," ujarnya menambahkan.

Roma Hutajulu tidak bisa memastikan kapan proses verifikasi itu akan beres. Ia mengklaim belum menerima laporan dari proses tersebut dari tim terkait.

Yang jelas izin dari Polri masih menantikan dari kelengkapan persyaratan yang mesti dipenuhi PT LIB. Andai sudah beres, besar kemungkinan kompetisi akan mendapatkan izin dari Polri.

"Masih proses. Saya kebetulan tidak kompetensi di bidang prosesnya. Tapi kompetensi saya di bidang bagaimana saya sudah menyusun Perpol itu. Yang melaksanakan satuan wilayah, intel dan nanti kembali, kalau sudah izin baru kita buat SOP Polri membuat rencana pengamanan," tutur Roma Hutajalu.

"Di situlah nanti transformasi peraturan baru tentang pengamanan olahraga, bukan sepakbola saja. Ini berlaku untuk semua olahraga yang dipertandingkan, terutama yang membutuhkan sarana-prasarana atau stadion," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT LIB Sudjarno mengklaim hal sebaliknya. Pihaknya meyakini bahwa izin kompetisi akan segera dikeluarkan Polri karena PT LIB sudah memenuhi kekurangan persyaratan penyelenggaraan laga sepakbola.

"Tim-tim yang mau main kan sudah berangkat ke sana (Yogyakarta dan Jawa Tengah). Ada yang berangkat hari ini (Jumat, 2 Desember) dan ada yang berangkat besok (Sabtu, 3 Desember)," kata Direktur Operasional PT LIB Sudjarno kepada wartawan, Jumat (2/12).

"Insyaallah ya malam ini. Kami malam ini menunggu dokumen dari Mabes Polri, mudah-mudahan malam ini sudah bisa diterima," ujarnya, menanggapi kick off Liga 1 pada 5 Desember.



Simak Video "Dirut LIB Belum Bisa Pastikan Kapan Liga 1 Kembali Kick Off"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT