'Prestasi? Berdoa Saja'

Merdeka Games 2006

'Prestasi? Berdoa Saja'

- Sepakbola
Rabu, 23 Agu 2006 14:25 WIB
Prestasi? Berdoa Saja
Jakarta - Setelah hampir setahun "libur", timnas Indonesia akan kembali berlaga di Merdeka Games. Dengan sedikitnya jam terbang internasional dan pendeknya persiapan, jangan harap bisa berprestasi.Pasca Piala Tiger dan SEA Games 2005, timnas sepakbola Indonesia memang sangat minim melakoni pertandingan. Friendly match menghadapi Afrika Selatan November tahun lalu menjadi salah satu pertandingan yang bisa dibilang berkualitas meski hanya menghadapi skuad muda Bafana-Bafana.Puasa bertanding tentu bukan hal yang diinginkan. Pasalnya kondisi tersebut akan berimplikasi pada persiapan timnas saat akan mengikuti sebuah turnamen, termasuk Merdeka Games yang akan dimulai hari ini."Harusnya semuanya tidak instan, paling tidak ada kontinuitas dalam melatih pemain di timnas. Itu bisa dilakukan dengan mengadakan pertandingan ujicoba paling sedikit sekali dua bulan. Pokoknya harus rutin menghadapi lawan yang lebih berat," sahut Rahmad Darmawan, pelatih Persija Jakarta, ketika dihubungi detikcom, Rabu (23/8/2006).Thailand menjadi negara yang disebut Rahmad sebagai contoh yang patut ditiru. Bukan hanya mendatangkan negara besar, tim-tim berkelas di Eropa juga bisa diboyong untuk berujicoba dengan timnas mereka.Dengan situasi seperti ini Rahmad bisa "maklum" kalau belum ada prestasi maksimal yang bisa dibawa pulang ke tanah air. "Kalau seperti ini yaah berdoa saja dan cuma berharap datang keajaiban," ujarnya.Ditambahkan Rahmad, seharusnya setiap awal musim PSSI sudah memiliki jadwal kompetisi timnas yang pasti. Turnamen apa saja yang akan diikuti dan friendly match apa saja yang bakal di gelar, jadwal yang jelas itu disebut Rahmad bakal mematangkan pemain saat berlaga di event besar."Kita 'kan harus sinkronisasi jadwal dengan negara lain, jadi dari awal musim semuanya harus jelas. Yang diperlukan di sini adalah SDM (sumber daya manusia) yang mampu dengan baik yang mengurusi kebutuhan timnas untuk ujicoba. Dan tentunya dana," tambah eks pelatih Persipura Jayapura itu.Rahmad menolak menyalahkan pelatih Peter Withe atas kondisi yang terjadi sekarang. Disebutnya kehebatan Withe masih sama seperti saat ia membesut Thailand beberapa tahun lalu. Yang membuat orang Inggris itu gagal menggembangkan sepakbola nasional justru kondisi sepakbola dalam negeri yang disebutnya tidak teratur."Tidak hanya pelatih yang merubah sebuah tim. Dibutuhkan kerja sistematis bersama dan saling membantu. Sementara ia sekarang tidak terbantu dengan kondisi sepakbola Indonesia.""Tak ada pelatih Indonesia yang jelek. Saya pernah dilatih Ivan Toplak yang juga sempat melatih tim Olimpiade Russia, tapi ya kondisinya seperti ini," tutup Rahmad. (din/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads