(a2s/)
Ketua Pengda PSSI Jatim Minta Semua Introspeksi
- detikSepakbola
Surabaya - Ketua Pengda PSSI Jawa Timur Haruna Sumitra meminta semua pihak untuk melakukan introspeksi dan mengambil pelajaran dari kerusuhan terakhir yang ditimbulkan suporter Persebaya Surabaya.Bonek alias bondo nekat -- sebutan untuk fans fanatik "Bajul Ijo" -- mengamuk dan menyerbu ke tengah lapangan saat pertandingan Persebaya versus Arema Malang, di leg II babak perempatfinal Copa Dji Sam Soe Indonesia di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, tersisa empat menit.Mereka melakukan pelemparan, pengrusakan, dan pembakaran beberapa fasilitas stadion, serta meneruskan aksi anarkisnya di luar arena. Beberapa buah mobil menjadi sasaran amuk mereka dan dibakar.Kepada Detiksport Haruna amat menyesalkan kerusuhan tersebut. Untuk itu ia meminta kejadian ini dievaluasi secara menyeluruh dan dijadikan pelajaran berharga untuk memperbaiki diri di kemudian hari."Saya tidak menyalahkan suporter, PSSI, Persebaya, maupun pihak-pihak lain. Tapi mari kita introspeksi agar ke depan lebih baik," ujar ketua Pengda PSSI Jatim ini.Ditambahkan Haruna, salah satu masukan buat PSSI adalah mempertimbangkan baik-baik masalah grouping tim-tim yang berasal dari Jawa Timur, khususnya yang punya sejarah rivalitas sengit, misalnya Persebaya, Persela, Persekabpas, dan Arema."Ketika tim-tim yang punya potensi memicu konflik suporter, kenapa tidak misalnya pertandingan digelar di tempat yang netral dan jauh," tukasnya.Sementara itu, walaupun terhenti di menit 86 dalam kedudukan 0-0, namun pertandingan tersebut telah dinyatakan selesai. Artinya, Arema lolos ke semifinal karena di leg pertama di Malang unggul 1-0.Diterangkan Pengawas Pertandingan (PP) Benyamin Leo Betty, jika pertandingan terhenti dan ada kerusuhan yang tidak bisa ditangani, apalagi sisa waktu dinilai tidak signifikan (sekitar lima menit), maka pertandingan bisa dianggap selesai.(Lihat berita foto soal kerusuhan Bonek)
(a2s/)
(a2s/)










































