PSSI Harus Cari Solusi Tanpa Subsidi
Selasa, 06 Feb 2007 11:13 WIB
Jakarta - Tanpa subsidi dari Pemda, sepakbola Indonesia seharusnya bisa bertahan bahkan jadi lebih baik. Tetapi solusinya harus dicarikan PSSI dengan duduk bersama manajemen klub.Keputusan menteri dalam negeri yang memaksa klub sepakbola berjuang tanpa subsidi APBD mulai 2008, menuntut munculnya manajemen yang lebih profesional.Konsekuensi ini disadari klub-klub yang saat ini masih menjadi "milik" Pemda. Hanya saja, sampai saat ini manajemen belum memiliki gambaran, bagaimana pengelolaan klub musim 2008. Sebab masih banyak detil persoalan yang harus dicari solusinya oleh PSSI."Sepakbola kita kan diatur oleh PSSI. Kita masih menunggu bagaimana PSSI menyikapi masalah ini. Jika tidak boleh ada subsidi dari APBD, maka PSSI harus mengubah detil aturan soal sponsor, hak siar dan lain-lain," ujar Asisten Manajer PSMS Medan Randiman Tarigan saat dihubungi detiksport, Selasa (6/2/2007).Namun apa pun persoalannya, menurut Randiman kompetisi sepakbola harus dipertahankan. "Sepakbola harus tetap hidup. Saya tidak tahu di tempat lain, tetapi rata-rata sama. Mayoritas masyarakat suatu daerah sangat menyukai sepakbola," imbuhnya.Hal senada juga diungkapkan Manajer PSIS Semarang Yoyok Sukawi. "APBD untuk kita tergolong kecil, tetapi jika aturan ini diterapkan konsisten untuk seluruh daerah, kita akan ikut. Seharusnya bagi manjemen tidak ada masalah, karena selama ini pun manajemen tidak hanya mengandalkan APBD," ujarnya.Lebih jauh dijelaskan Yoyok, subsidi dari APBD yang diterima PSIS dialokasikan untuk gaji pemain dan ofisial. Sementara operasional klub lainnya, manajemen harus mencari sendiri. Namun untuk tahun 2008, manajemen belum memiliki rencana karena masih menunggu rujukan dari PSSI dan konsentrasi menjelang pembukaan musim kompetisi 2007 akhir pekan ini. (lom/mel)











































