'Jangan Sampai Seperti Kuwait'

'Jangan Sampai Seperti Kuwait'

- Sepakbola
Jumat, 02 Nov 2007 16:45 WIB
Jakarta - Nurdin Halid berkeras tetap menjadi Ketua Umum PSSI meski sudah diminta mundur oleh FIFA. Namun pencinta sepakbola Indonesia tetap menuntut Nurdin lengser.Keputusan yang dikeluarkan FIFA pada Selasa (30/10/2007) malam di Zurich, Swiss, itu disambut baik mayoritas pencinta sepakbola nasional. Setidaknya, itulah yang terekam dalam berbagai pendapat di detikforum. Tergambar dari pendapat mereka bahwa mereka tidak setuju PSSI dipimpin oleh seorang narapidana kasus korupsi.Desakan meminta Nurdin mundur diungkapkan oleh seseorang dengan username "BlackBerry". "Seharusnya tanpa disuruh FIFA ybs seharusnya mundur," tulis "BlackBerry".Namun melengserkan Nurdin dari jabatannya bukanlah perkara mudah. Terbukti, penolakan mundur langsung datang. Nurdin yang didukung para Exco dan pengurus PSSI bersikeras untuk bertahan. Mereka berkilah bahwa PSSI sudah mematuhi statuta FIFA dan keputusan FIFA hanya bersifat rekomendasi.Tanggapan PSSI ini membuat para pencinta sepakbola nasional makin jengah sekaligus juga skeptis. "Emang PSSI pikirin bukankah suara orang Indonesia sendiri sudah gak didengar apalagi suara orang lain," demikian ditulis oleh seorang user ber-nick "jaketmerah". "Soalnya Nugraha gak becus cs itu emang gak punya telinga, sekeras apapun orang lain teriak tetap gak didengar. Siap-siap aja nih PSSI Indonesia dikasih warning sama FIFA," lanjut "jaketmerah" dengan nada sarkasme.Persoalan sanksi yang sangat mungkin dijatuhkan oleh FIFA apabila PSSI membandel ditakutkan oleh "boixos". "Aib.. aib, jgn sampe ujung2nya bernasib spt Kuwait." tulis "boixos". Pendapat ini didukung oleh "buayakecil". Ia menyarankan agar PSSI mematuhi apa kata FIFA tersebut.Desakan agar Nurdin mundur makin menguat. Sejumlah orang membangun wacana agar para pencinta sepakbola Indonesia menggelar protes atau aksi lainnya seperti membuat petisi. Seorang yang mengaku bernama "Funan" mengajak partai penyisihan Piala Dunia 2010 melawan Suriah di Jakarta, 9 November nanti dijadikan ajang bagi para suporter timnas untuk menuntut Nurdin mundur. (arp/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads