sepakbola

Agar Pesepakbola Muda Melek Finansial

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Agar Pesepakbola Muda Melek Finansial


Mohammad Resha Pratama - detikSepakbola

Allianz MoveNow Camp - Indonesia Edition 2026 mengajarkan finansial untuk pesepakbola muda. (Foto: Istimewa)
Allianz MoveNow Camp - Indonesia Edition 2026 mengajarkan finansial untuk pesepakbola muda. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Karier atlet boleh dibilang tidak panjang. Oleh karenanya, para pesepakbola muda wajib diberikan pendidikan finansial sejak dini agar masa tua terjamin.

Tidak jarang jika ada mantan atlet yang dulunya berprestasi dan bergelimang harta, harus hidup susah di masa pensiunnya. Tidak cuma di Indonesia, tapi juga di belahan dunia lainnya.

Bahkan mereka harus menjual memorabilia selama kariernya hanya untuk bertahan hidup. Itulah mengapa pendidikan finansial sejak dini harus ditanamkan kepada calon atlet, termasuk para pesepakbola muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu perusahaan asuransi top dunia, Allianz Indonesia, coba memberikan edukasi itu lewat Allianz MoveNow Camp - Indonesia Edition 2026, sebuah inisiatif sosial global Allianz yang dikembangkan bersama gerakan Olimpiade untuk mendorong generasi muda aktif bergerak dan berkembang dan membangun karakter melalui olahraga.

Sebagai mitra asuransi resmi global untuk Gerakan Olimpiade dan Paralimpiade sejak tahun 2021 hingga tahun 2032, Allianz menggelar MoveNow Camp mencakup tiga pilar; Move the Mind (pengembangan pikiran), Move the Body (aktifitas fisik) dan Move Society (kontribusi kepada masyarakat).

ADVERTISEMENT

Di Indonesia, program yang telah dimulai sejak tahun 2024 ini berfokus pada pelatihan sepakbola kepada talenta muda yang memberikan pengalaman berlatih layaknya pemain profesional.

Para pemain muda itu tidak diajarkan kemampuan bermain sepakbola, tapi juga kepercayaan diri, ketahanan mental, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama hingga belajar mengelola risiko serta mengatur keuangan untuk persiapan masa depan sejak dini.

Lebih dari 400 remaja dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut tahun ini. Dari proses seleksi tersebut, 30 remaja berusia 14-16 tahun, terdiri atas 24 peserta putra dan enam peserta putri, terpilih untuk mengikuti program pelatihan sepak bola intensif pada 17-18 Oktober 2026 di Lapangan ABC GBK, Senayan, Jakarta.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya di Indonesia, Allianz MoveNow Camp memperluas proses seleksi peserta ke tiga kota. Program tahun ini menghadirkan pelatih top nasional Indra Sjafri, lalu legenda sepakbola Indonesia Bambang Pamungkas, Pelatih Timnas U-20 Nova Arianto, dan pemain Timnas Indonesia Arkhan Kaka.

Setiap sosok membawa perspektif yang berbeda dalam pengembangan pemain muda. Indra Sjafri memberikan pembekalan mengenai fondasi pengembangan pemain, disiplin, dan pengambilan keputusan.

Bambang Pamungkas membagikan pengalaman mengenai profesionalisme, mentalitas, dan kepemimpinan. Nova membekali peserta dengan pemahaman mengenai strategi, taktik, organisasi permainan, dan kerja sama tim.

Lalu, Kaka berbagi pengalaman menjalani proses sebagai pemain muda profesional.

"Masa depan dibentuk oleh kebiasaan baik, keputusan yang bertanggung jawab, dan disiplin yang dijalankan secara konsisten. Melalui Allianz MoveNow Camp, generasi muda mendapatkan kesempatan untuk belajar dari figur sepakbola Indonesia sekaligus meningkatkan kondisi fisik, keterampilan teknis, kemampuan membaca permainan, dan kerja sama tim. Prinsip yang sama kemudian diterapkan dalam konteks yang lebih luas, untuk membantu peserta memahami risiko, menentukan prioritas, dan mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab," ujar Alexander Grenz selaku Country Manager & President Director Allianz Life Indonesia dalam keterangan kepada media.

"Kami mendorong setiap peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan bersama-sama mengambil langkah berikutnya. Bagi Allianz Indonesia, mendukung potensi anak muda berarti memberi mereka ruang untuk belajar, kepercayaan diri untuk berkembang, dan fondasi yang kuat untuk menyiapkan dan mengamankan masa depan mereka serta membantu mereka untuk mendapatkan yang terbaik dalam setiap langkah keputusannya," sambungnya.

Mengembangkan pemain di dalam dan di luar lapangan

Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang mencakup pengembangan teknik, pemahaman praktis, kebugaran, kerja sama tim, dan pertandingan persahabatan. Peserta mengasah kontrol bola, akurasi umpan, dribbling, dan teknik finishing, penempatan posisi, transisi permainan, serta kemampuan membaca ruang dan mengambil keputusan di bawah tekanan.

Selain kemampuan teknis, peserta dilatih untuk berkomunikasi, membangun kepercayaan, menerima evaluasi, memahami peran, dan menyelesaikan tantangan secara kolektif. Rangkaian latihan ini memperkenalkan pemahaman bahwa perkembangan seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengolah bola, tetapi juga oleh disiplin, konsistensi, mentalitas, dan tanggung jawab terhadap tim.

"Bakat dapat membuka peluang, tetapi disiplin dan konsistensi yang menentukan sejauh mana seorang pemain dapat berkembang. Melalui Allianz MoveNow Camp, peserta belajar bahwa kemajuan dibangun dari kesungguhan menjalani latihan, keberanian menerima evaluasi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri," papar Indra.

Menghubungkan keputusan di lapangan dengan kesiapan finansial

Sebagai bagian dari program, peserta juga mengikuti sesi literasi finansial melalui Allianz Smart Plan Board Game. Melalui berbagai simulasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta belajar menyusun prioritas, mengelola arus kas, memahami risiko, mengenali konsekuensi dari pinjaman online, serta memahami peran menabung dan perlindungan asuransi dalam perencanaan keuangan.

Sesi ini menghubungkan prinsip pengambilan keputusan di lapangan dengan kehidupan di luar olahraga. Seperti dalam sepakbola, setiap pilihan finansial membutuhkan kemampuan membaca situasi, mempertimbangkan risiko, menentukan prioritas, dan memahami konsekuensinya.

Rangkaian program ditutup dengan pertandingan persahabatan yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan teknik, pemahaman taktis, komunikasi, dan kerja sama tim yang dipelajari selama kamp.

Diharapkan dari program ini, para peserta tidak hanya cakap di lapangan, tetapi juga bisa membangun kebiasaan aktif, disiplin, kepercayaan diri, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan sebagai fondasi untuk terus berkembang di dalam dan luar lapangan.


(mrp/pur)











Hide Ads