Meski demikian kemenangan tersebut tidak cukup untuk mengantarkan pasukan "Mahesa Jenar" ke zona Liga Super karena tiket dari peringkat kesembilan Wilayah Barat direbut Pelita Jaya, setelah mengalahkan Persikota Tangerang 3-1.
Di klasemen akhir PSIS mengumpulkan 49 angka dari 34 partai dan bertengger di urutan kesepuluh. Pelita finis di peringkat delapan dengan nilai 51, atau unggul satu poin dari Persita Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal, laga yang disaksikan sekitar 12 ribu penonton berjalan panas. Kedua tim bermain dalam tempo cepat yang ujung-ujungnya mengarah ke kasar.
Di babak pertama, pemain PSIS dan PSSB sempat ribut akibat permainan cepat dan kasar. Beruntung, para pemain bisa dilerai teman-temannya sendiri.
Karena pertandingan berjalan panas, pemain kedua tim sama-sama mendapat kartu kuning. Di pihak PSIS, yang terkena kartu kuning adalah Indriyanto Nugroho dan Maman Abdurahman, sedangkan di pihak PSSB, Firmansyah, Antoni Placide, dan Ihsan Sania.
Gol pertama Lopez lahir melalui tendangan bebas setelah Harry Salisbury dilanggar lawan pada menit ke-48. Kiper PSSB Firmansyah tak mampu menepis tendangan keras Lopez. Kedudukan berubah, 1-0 untuk tuan rumah.
Pada menit ke-60, Lopez kembali membobol gawang PSSB setelah mendapat umpan manis M. Ridwan. Sentuhan mantan pemain Persib itu berhasil mengecoh kiper Firmansyah.
Sementara gol ketiga tercipta satu menit sebelum laga berakhir. Dengan kemampuan individunya, Lopez berhasil melewati seorang pemain belakang lawan dan akhirnya mengarahkan bola ke pojok kanan gawang tanpa mampu dihalau kiper.
Saat wasit Aeng Suharkan meniup peluit tanda pertandingan berakhir, kedudukan tidak berubah, 3-0 untuk PSIS. Ribuan penonton menyambut kemenangan itu, walaupun tiket delapan besar tak teraih, tampil di Liga Super pun urung.
(try/a2s)










































