Manchester City didakwa melanggar 115 aturan keuangan Premier League. Muncul desakan agar The Citizens dihukum secepatnya.
City baru didakwa Premier League melanggar semua aturan keuangan sejak 2009 hingga 2018. Salah satunya penggelembungan nilai sponsor mencapai 1 miliar paun atau setara Rp 21,2 triliun.
Pelanggaran level berat ini membuat City disorot. Banyak petinggi sepakbola Inggris berharap raksasa Manchester itu segera dihukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir BBC, pejabat senior klub yang enggan disebutkan namanya berharap City bisa dihukum sebelum musim 2026/2027 berakhir. Ia menyebut peluangnya terbuka.
"Akan menguntungkan semua pihak jika masalah ini diselesaikan secepat mungkin," katanya.
"Secara naluriah ya (bisa dihukum musim ini), tetapi harus dilakukan dengan benar."
"Kita semua bisa melihat apa risikonya jika tidak. Namun, risiko-risiko tersebut telah ada sepanjang proses ini, karena mereka telah memenangkan liga beberapa kali selama proses tersebut berlangsung," katanya.
Sanksi atas pelanggaran Manchester City bukan main-main. Mulai dari denda, pengurangan poin, degradasi, hingga pencabutan gelar juara yang sudah dimenangkan.
(yna/bay)










































