The Jakmania memang sempat menimbulkan kerusuhan ketika menghadapi Persipura di laga semifinal hari Kamis lalu. Hal tersebut bermula di akhir babak pertama ketika tim "Macan Kemayoran" tertinggal dari "tamunya" itu.
Beberapa oknum The Jakmania yang tidak suka lantas melempari suporter Persipura dengan botol dan plastik yang berisi air seni. Ketika akhirnya kalah di akhir pertandingan, aksi anarkis The Jakmania pun berlanjut hingga keluar Stadion Gelora Bung Karno.
Herannya, dengan kelakuan buruk seperti itu The Jakmania malah digelari "suporter terbaik" dan berhak atas hadiah uang sebesar Rp 50 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk pemilihan suporter terbaik kami telah mendiskusikannya dengan BLI (Badan Liga Indonesia). Saya melihat mereka (The Jakmania) sudah berusaha yang terbaik untuk semifinal dengan mengerahkan seluruh suporter ke Senayan, bahkan hingga membuat jalanan macet di mana-mana, namun tim mereka malah akhirnya kalah, apalagi ini kandang mereka sendiri," jelasnya.
The Jakmania memang membuat atmosfer meriah di Gelora Bung Karno dengan mendatangkan puluhan ribu penonton dalam laga semifinal. Namun, ketika mereka membuat keributan dan memprovokasi suporter tim lain setelahnya, pantaskah gelar itu mereka sandang?
(a2s/a2s)











































