Saat dihubungi detiksport, Kamis (17/1/2008), Adhyaksa menyatakan bahwa kegiatan yang mengundang banyak massa, termasuk pertandingan sepakbola, memang rawan keributan.
"Indonesia ini sedang berada dalam masa transisi demokrasi. Terjadi gejala mad of anger. Sedikit-sedikit rusuh, membakar-bakar," ujar Adhyaksa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Polri, keamanan tidak bisa lagi hanya diserahkan hanya Dalmas polisi saja. PSSI harus mulai memikirkan untuk minta bantuan TNI dalam pengamanan pertandingan sepakbola," sambung Adhyaksa.
"Selain itu, juga harus ada pemberdayaan penonton. Kalau rusuh, itu koordinatornya juga bisa dihukum. Aturan itu jelas ada di UU No. 3 tahun 2004 tentang Sistem Keolahragaan Nasional," paparnya.
Kembali ke persoalan pola pengamanan, Adhyaksa mengaku akan mengkoordinasikannya di tingkat nasional.
"Mungkin saya nanti akan membawanya ke tingkat menteri. Saya akan berkoordinasi juga dengan Polri dan TNI soal ini," pungkas Adhyaksa.
(arp/a2s)











































