Bantah Tuduhan, Panpel Pasrah Diancam Sanksi

Bantah Tuduhan, Panpel Pasrah Diancam Sanksi

- Sepakbola
Kamis, 17 Jan 2008 20:08 WIB
Kediri - Panitia pelaksana Kediri membantah tuduham Komisi Disiplin kalau mereka tidak mampu menciptakan rasa aman dan nyaman. Tapi kalau sanksi akhirnya tetap dijatuhkan mereka cuma bisa pasrah.

"Kami akan coba dengar dan melihat sanksi apa yang akan diberikan. Apabila masuk akal dan sesuai dengan fakta, kami pasrah menerimanya," kata Ketua Panpel Persik, Bambang Sumaryono, saat dikonfirmasi detiksport melalui telepon selulernya, Kamis (17/1/2008).

Bambang mengaku dirinya dan beberapa orang dari Panpel, akan menghadap Komdis PSSI, Jumat (18/1/2008) nesok. "Surat panggilan sudah kami terima dan besok kami akan menghadap," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait tuduhan Komdis PSSI yang menyebut Panpel Persik bersalah karena melanggar pasal 112 dan 113 tentang kerusuhan dan keamanan, yaitu tak dapat memberikan rasa aman dan nyaman terhadap jalanya pertandingan, Bambang membantahnya.

Menurutnya, panpel Persik sebenarnya sudah menyiapkan petugas keamanan yang berjumlah 2 kali lipat dari jumlah petugas dalam pertandingan reguler.

"Saya tidak setuju apabila disebut panpel tidak menyediakan rasa aman. Meski petugas keamanan punya protap tersendiri, tapi hal itu sudah diatur dalam hasil manager meeting. Jumlah yang kami sediakan juga 2 kali lipatnya," jelasnya.

Namun secara umum kembali Bambang Sumaryono menegaskan jika Panpel Persik akan siap menerima apabila benar-benar mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI. "Toh kinerja kami juga sudah maksimal," lanjutnya. (din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads