"Entahlah, namanya juga feeling. Saya pernah juga menyampaikan ke asisten saya bahwa PSMS bakal juara," ujar Rahmad dalam jumpa pers di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (6/2/2008).
"Tapi saya akan minta anak-anak agar memiliki motivasi tinggi dan bisa membuktikan feeling saya salah," tukas pelatih berpangkat kapten Marinir TNI AL tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari catatan yang ada, Sriwijaya memang sudah lima kali bertemu dengan PSMS musim ini, baik di Liga Indonesia maupun Copa Indonesia. Sriwijaya sementara unggul denga dua kali menang, sekali kalah dan dua sisanya seri.
Bila ada satu hal yang pantas membuat Rahmad (dan juga kubu PSMS) risau adalah adanya kemungkinan juara Liga Indonesia tahun ini tidak bisa berkompetisi di Liga Champions Asia.
"Kami masih menunggu keputusan AFC. Kami tentu berharap bisa bermain di Liga Champions. Bila akhirnya diperbolehkan bermain, tentu saja kami akan berangkat," sambung pelatih asal Lampung itu lagi.
Partai final yang akan dihelat pada Sabtu (9/2) nanti, Rahmad berpeluang mengawinkan gelar di kompetisi domestik. Sebelumnya, Sriwijaya sudah sukses memboyong gelar juara Copa Indonesia.
Sebagai pelatih berprestasi, wajar kemudian Rahmad memperoleh imbal balik yang layak, termasuk berupa perpanjangan kontrak dengan nilai yang meningkat.
"Kontrak saya akan berakhir pada November 2008. Karena Liga Indonesia musim depan akan usai setelah November, saya akan bicara lagi dengan manajemen. Minggu-minggu inilah kami bicara," tutup Rahmad santai.
(arp/din)











































