Besok, PSSI Diserbu Pengunjukrasa

Besok, PSSI Diserbu Pengunjukrasa

- Sepakbola
Senin, 24 Mar 2008 17:01 WIB
Malang - Stagnasi di tubuh PSSI terkait status Nurdin Haldi mulai memancing aksi pencinta sepakbola tanah air. Selasa (26/3/2008) besok, suporter yang tergabung dalam Insan Bola Indonesia akan menggelar unjukrasa di kantor PSSI dan Menegpora.

Insan Sepakbola Indonesia yang mengklaim terdiri dari enam kelompok suporter tanah air itu akan menuntut diadakan reformasi di tubuh PSSI. Aksi ini diharapkan mampu mendorong PSSI untuk melakukan perubahan yang berujung terciptanya sepakbola profesional di Indonesia.

Adanya ancaman sanksi pembekuan dari FIFA terkait status hukum ketua umum Nurdin Halid dan keharusan mengubah statuta menjadi alasan lain yang membuat mereka menggelar unjukrasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih baik PSSI memperbaiki diri dari pada dibekukan FIFA ," ungkap Koordinator suporter Arema, Yuli Sumpi, pada wartawan di Stasiun Kota Baru Malang.

Dari Malang akan ada 60-an suporter yang berangkat ke Jakarta dengan menumpang kereta. Sementara beberapa kelompok suporter lain yang akan ikut berunjukrasa juga mulai berangkat dari tempatnya masing-masing.

Di Jakarta mereka akan memulai aksinya dari Bundaran Hotel Indonesia, sebelum berlanjut ke Sekretariat PSSI dan Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga.

Saat ditanya apakah aksi ini untuk memberhentikan Nurdin halid sebagai ketua PSSI, Yuli secara diplomatis mengatakan Nurdin harus mundur bila memang menghambat kemajuan sepak bola di Indonesia.

"Ya, kalau memang dia yang menghambat kemajuan sepak bola selama ini. Yang duduk sebagai pengurusnya memang peduli terhadap sepak bola?," tambah dia setengah bertanya.

Sementara itu Dirijen The Jackmania, Bhapuk, yang juga berangkat dari Malang menilai pengurus PSSI yang menjabat saat ini tidak memiliki visi yang jelas dalam menjalankan kompetisi. Dampaknya, dunia sepak bola di Indonesia semakin terpuruk dan tidak mengalami perkembangan yang berarti.

"Pengurus PSSI ini sudah tidak beres semua. Kondisi sepak bola di Indonesia semakin terpuruk karena sistem kompetisinya tidak bagus. Sepak bola kita kalah dengan Malaysia, Thailand dan negara di ASEAN lainnya. Kita harus demo dan merombak PSSI," serunya.
(din/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads