Hal tersebut ditegaskan Adhyaksa di hadapan wartawan di kantor Menpora, Jakarta, Kamis (24/4/2008). Dinyatakan olehnya stadion berkapasitas 88.038 tempat duduk tersebut hingga kini tetaplah milik masyarakat Indonesia dan tidak ada satu klub pun yang berhak mengklaimnya sebagai kandang mereka.
"GBK bukan homebase Persija, tidak ada yang berhak menyatakannya sebagai homebase, itu merupakan milik bangsa," ujar menteri yang pada kirab obor Olimpiade lalu menjadi pelari terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka menyatakan siap untuk menaati segala peraturan yang berlaku bahkan saya juga menerima kabar bahwa mereka juga siap jika tidak ada penonton. Selasa nanti mereka (Persija) akan menghadap ke saya," tukasnya.
Dalam pertemuan yang akan berlangsung hari Selasa (29/4/2008) tersebut, Adhyaksa akan menegaskan pentingnya menjaga ketertiban kepada pihak Persija. Jika hal tersebut dilanggar maka bukan tidak mungkin izin untuk menggunakan GBK dicabut.
"Selasa nanti kita akan ketemu dan salah satu peraturannya adalah menjaga ketertiban. Jika mereka melanggar maka sebagai lembaga tertinggi olahraga saya berhak untuk mencabut izinnya kembali," tandasnya. (roz/din)











































