Karena ketidaksiapan stadion Benteng, Tangerang, Persita harus tampil di luar kandang. Maka jadilan Stadion Jalak Harupat, Bandung menjadi panggung partai yang dihelat Sabtu (12/7/2008) ini.
Tampil tanpa tekanan suporter lawan, Arema bermain lebih baik dan efektif. Mbamba dan Emaleu Serge yang tampil sebagai andalan juga menunjukkan superioritasnya, terutama dalam duel-duel udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tersengat oleh gol itu, Persita mencoba mengambil inisiatif serangan. Tandukan Adolfo Souza di menit 24 hampir menjebol gawang Arema bila tidak ditahan dengan kepala Erik Setiawan di garis gawang.
Memasuki babak kedua, Persita masih terus bernafsu menyamakan kedudukan. Namun ketangguhan barisan belakang 'Singo Edan' sukses meredam serangan-serangan Persita yang dimotori Souza.
Malah justru Arema yang sukses menambah gol di bilangan menit 50. Melalui counter-attack, Arif Suyono menyisir sisi kanan lapangan dan melepaskan umpan lambung ke tengah.
Mbamba yang tak terkawal dengan jitu menanduk bola dan sukses menjebol gawang Persita yang dikiperi Wawan Hendrawan. Skor 2-0 untuk Arema membuat mereka makin percaya diri memainkan bola.
Di menit-menit akhir, Mbamba gagal mencatatkan hat-trick. Gol pemain yang lama malang-melintang di Eropa itu dianulir wasit karena ia sudah lebih dahulu terjebak off-side.
Kemenangan ini mengantarkan Arema memuncaki klasemen sementara ISL di hari pertama dengan nilai tiga.
(arp/arp)











































