Saat performa klub memburuk, apalagi sampai terpuruk, sosok manajer biasanya akan jadi yang pertama dipertanyakan dan jadi sorotan. Pun demikian dengan Ramos. Kendati saat ini pemain diklaim masih mendukung, entah bagaimana pada prosesnya nanti.
Kalau nanti akhirnya Ramos dan Spurs benar-benar berpisah, Ginola pun siap dipanggil untuk menangani klub yang dibelanya dari tahun 1997 sampai 2000 tersebut. Toh pria Prancis berusia 41 tahun itu mengaku sangat tahu seluk-beluk Spurs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain sayap flamboyan itu juga mengaku siap bekerjasama dengan Presiden Spurs Daniel Levy, meski menegaskan bahwa klub London tersebut perlu banyak membenahi hubungan antara fans dan klub.
"Tottenham tidak lagi sukses dan mereka bersusah payah memenangi pertandingan. Ketika aku bergabung orang bilang kami adalah klub yang memainkan sepakbola bagus dan punya semangat meluap, tapi kini tampaknya para pemain yang mampu melakukan itu sudah dijual."
"Jadi aku bisa mengerti kritikan kepada Daniel Levy karena dia sebagai direktur klub bertanggungjawab untuk banyak hal, termasuk atas fans dan apa yang mereka inginkan. Semangat dalam diriku menggelora jadi aku akan bilang hal yang sama besok, aku akan menawarkan tenagaku kepada klub," papar Ginola.
Jika nantinya Ginola benar-benar menukangi Spurs, ada satu syarat utama yang dikemukakan pria yang kerap berakting di depan kamera usai gantung sepatu tahun 2002 itu. Dia tak mau pekerjaannya direcoki Levy sebagai presiden.
"Ya, Anda harus punya suatu kebebasan dalam melakukan pekerjaan Anda. Aku pikir itulah intinya. Anda datang dengan ide-ide segar dan hal pertama yang akan kulakukan adalah mempertimbangkan bahwa kami harus membangun sebuah keluarga di Tottenham. Sebuah klub adalah keluarga dan semua butuh jadi bagiannya," lugas Ginola yang juga sering didapuk jadi model itu.
(krs/ian)











































