Remontada Atalanta!

Remontada Atalanta!

Putra Rusdi K - Sepakbola
Kamis, 26 Feb 2026 09:20 WIB
BERGAMO, ITALY - FEBRUARY 25: Mario Pasalic of Atalanta BC celebrates after scoring his teams third goal during the UEFA Champions League 2025/26 League Knockout Play-off Second Leg match between Atalanta BC and Borussia Dortmund at Stadio di Bergam
Foto: Getty Images/Antonino Lagana
Bergamo -

Atalanta melakukan remontada atau comeback luar biasa saat melawan Borussia Dortmund untuk lolos ke 16 besar Liga Champions. Pelatih La Dea Raffaele Palladino merasa ini laga terbaiknya sebagai pelatih.

Atalanta menjamu Borussia Dortmund di Gewiss Stadium pada laga leg kedua play-off fase gugur Liga Champions, Kamis (26/2/2026). La Dea memulai laga dengan tertinggal secara agregat 0-2 akibat hasil di leg pertama.

Atalanta mampu bangkit menyatarakan agregat di babak pertama. Mereka bikin dua gol lewat Gianluca Scamacca di menit kelima dan Davide Zappacosta di menit ke-45.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tuan rumah sempat membalikkan agregat dari gol Mario Pasalic di menit ke-57. Namun, gol Karim Adiyemi di menit ke-75 sempat membuat agregat kembali sama kuat.

Lazar Samardzic jadi penentu comeback luar biasa Atalanta lewat gol penaltinya di menit akhir laga. Klub asal Bergamo ini lolos ke 16 besar usai unggul agregat 4-3.

ADVERTISEMENT

Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, jelas bangga dengan torehan tim asuhannya di laga ini. Ia menilai comeback melawan Dortmund ini tak hanya bersejarah untuk Atalanta tapi juga sepakbola Italia. Paladino menyebut laga ini merupakan pertandingan terbaik dari karier kepelatihannya.

Atalanta kini jadi satu-satunya wakil Italia yang tersisa di Liga Champions. Pasalnya, Juventus dan Inter Milan tersingkir di babak play-off.

"Ini adalah pertandingan yang akan tercatat dalam sejarah, bukan hanya di Bergamo untuk semua penggemar Atalanta, tetapi untuk sepak bola Italia secara keseluruhan," kata Palladino kepada Sky Sport Italia.

"Kami berhasil melakukan comeback yang akan tetap tercatat dalam buku sejarah. Kami sangat bahagia, saya ingin berterima kasih kepada setiap pemain, mereka yang berada di lapangan, di bangku cadangan, di tribun, staf saya, Presiden Antonio Percassi, para direktur, dan semua penggemar.

"Ini mungkin pertandingan terbaik yang pernah saya alami dalam karier kepelatihan saya, dan akan tetap terpatri dalam ingatan saya selamanya," jelasnya.




(pur/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads