Dalam sepakbola lemparan ke dalam atau throw in lebih sering dikenal sebagai cara untuk mengembalikan bola ke dalam lapangan setelah bola dinyatakan out. Ya, mungkin jarang ada yang berpikir bahwa cara yang satu ini bisa juga menjadi pengganti umpan crossing untuk mencetak gol.
Namun, untuk Stoke, cara ini adalah sesuatu teknik yang jitu bahkan mematikan. Tidak tanggung-tanggung, yang menjadi korban dari "throw in maut" mereka adalah salah satu raksasa Premier League, Arsenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua kali lemparan Delap berhasil diselesaikan dengan sundulan yang kemudian berbuah menjadi gol. Gol pertama diciptakan oleh Ricardo Fuller pada menit 11, sedangkan gol kedua diciptakan oleh Seyi Olofinjana.
Arsene Wenger selaku arsitek Arsenal jelas tak menyangka kalau timnya bisa ditaklukkan oleh cara seperti itu. Tetapi, ia bisa mengakui bahwa menghadapi situasi throw in seperti itu bukanlah hal yang mudah.
"Tentu saja kami memiliki rencana. Kami berlatih menghadapinya cukup sering. Tetapi gol seperti itu--langsung mengarah ke gawang dengan 20 orang berada di sekitarnya--bukanlah kemampuan terbaik kami untuk menghadapinya," tandas The Professor di Setanta Sports.
"Kami terhukum, tetapi juga tidak beruntung. Tetapi orang-orang tradisional yang menyukai permainan tradisional dengan pertarungan yang ketat pasti merasa bahagia karena mendapatkan apa yang mereka inginkan. Pada akhirnya, Stoke memang layak menang," pungkasnya. Β
(roz/din)











































