'Drogba Bisa Saja Terbunuh'

'Drogba Bisa Saja Terbunuh'

- Sepakbola
Jumat, 14 Nov 2008 15:31 WIB
Drogba Bisa Saja Terbunuh
London - Banyak menuding Didier Drogba sebagai pihak yang paling bersalah dalam insiden pelemparan koin. Padahal meski tak bisa dibenarkan, dia cuma korban yang bisa saja terbunuh akibat kejadian itu.

"Drogba bisa saja menjadi buta atau terbunuh akibat fans bodoh Burnley yang melemparkan koin ke arahnya," sahut Ian Wright dalam tulisannya di The Sun.

Drogba menjadi sorotan setelah Chelsea secara mengejutkan tumbang atas Burnley di babak keempat Piala Carling. Bukan karena hasil pertandingan yang berkesudahan 3-4 untuk keunggulan tim tamu, tapi karenaΒ  selebrasi sang striker.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Drogba mendapat lemparan koin dari fans lawan saat merayakan gol yang dicetaknya di menit 27. Kesal dengan aksi tersebut, dia kemudian menjulurkan jari tengahnya sebelum kemudian "mengembalikan" koin dengan melemparnya ke arah tribun.

Aksi ini mendapat kecaman keras dari banyak pihak. Selain FA, petugas kepolisian setempat juga sudah menyatakan niatnya untuk menelusuri kasus tersebut. Juga ikut bereaksi keras adalah Asosiasi Pemain Sepakbola Inggris (PFA) yang meminta Drogba dihukum tiga laga.

"Jadi tindakan apa yang akan dilakukan terhadap orang (pelaku pelemparan) semacam ini, dia kini mungkin tengah duduk di bar sekarang dan mengulangi hal itu pada teman-temannya," sambung Wright.

"Akankah mereka dituntut dengan tuduhan melakukan tindak kekerasan oleh polisi, yang begitu terburu-buru menyatakan akan melakukan penyelidikan. Tentu saja tidak, mereka mungkin hanya tertarik pada Drogba."

Mantan striker Arsenal itu melanjutkan pembelaannya pada Drogba dengan menyebut kalau aksi kekerasan pada pemain mengalami peningkatan dalam beberapa musim terakhir. Wright malah mengaku heran tak ada pemain yang terpancing emosinya seperti yang dilakukan Eric Cantona dengan tendangan kung fu-nya yang terkenal itu.

"Saya tak akan melupakan saat seorang fans memaki tepat di depan muka saya ketika memperkuat Arsenal menghadapi Oldham. Respon alamiah saya adalah membalas tindakannya. Tentu saja saya tak seharusnya melakukan itu dan saya tidak bangga dengan tindakan saya malam itu. Tapi saya cuma manusian, bukan robot - dan itu bisa dialami siapa saja," pungkas mantan striker The Three Lions itu. (din/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads