Dijamu 'Setan Merah', Senin (12/1/2009) dinihari WIB, Chelsea kalah tiga gol tanpa balas. Poin berharga pun terbuang mengingat Liverpool si pemuncak klasemen pada pekan yang sama ditahan imbang tanpa gol oleh Stoke City sehari sebelumnya.
Hasil pada pekan ke-21 itu tak mengubah posisi Chelsea di peringkat dua klasemen, yang kini tertinggal enam poin dari Liverpool. Kekalahan bahkan bikin posisi Chelsea terancam MU yang kini berselisih satu angka, dengan dua partai lebih banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan dalam beberapa penampilan terakhir mereka pun menguatkan hal tersebut. Dari delapan partai terakhir Liga Primernya, Chelsea hanya mampu memenangi dua di antaranya.
Sudah begitu, musim ini Chelsea sama sekali belum pernah menang atas sesama tim 'Big Four' Inggris. Di Stamford Bridge mereka ditahan MU 1-1, dan kemudian kalah dari Liverpool (0-1) dan Arsenal (1-2).
Ketika ganti dijamu MU, Chelsea juga menelan kekalahan terbesarnya musim ini di Liga Primer. Bisa jadi perasaan Scolari kian campur aduk karena hasil memalukan tersebut --Daily Star menyebut hasil itu sebagai kekalahan terburuk Chelsea di Old Trafford selama 15 tahun-- disaksikan mantan pembesut Chelsea, Jose Mourinho, yang hadir langsung.
Dengan keadaan yang tampak kepayahan seperti itu, tentu kian sulit membayangkan Chelsea mampu duduk di tahta juara Liga Primer pada akhir musim nanti. Itu pun dengan gamblang diakui Scolari.
"Saya tak tahu kita akan memenanginya atau tidak, kami punya 16, 17 partai (sisa) dan entah apa yang akan terjadi. Jika kita bermain seperti hari ini, seperti tiga atau empat laga terakhir, pastinya kami takkan menang."
"Tapi sekarang ini waktu buat saya dan para pemain untuk memikirkan masa depan. Kami kehilangan segalanya atau kami adalah para pria dan kami kembali menyusun kekuatan. Inilah waktunya, itu satu-satunya cara. Cara kedua adalah kematian," analisa Scolari di situs Chelsea.
Atas kekalahan besar atas MU, Scolari juga enggan menimpakan kesalahan pada para pemainnya yang juga disebut tengah dalam kondisi bugar. "Itu adalah tanggung jawab saya. Saya perlu mengubah sistem atau sesuatu yang lainnya. Mereka mencoba yang terbaik, mungkin (bikin) kesalahan, mungkin keliru, tapi itu adalah tugas saya untuk mengubah sesuatu."
Apakah perubahan dari Scolari lantas bisa menjadi kunci kebangkitan Chelsea? Kita tunggu saja.
Β (krs/arp)











































