Semenjak diboyong dari Tottenham Hotspur dengan harga 20 juta poundsterling (Rp 323 miliar) medio Juli 2008 lalu, Keane tak kunjung mampu membuktikan kelayakan harganya dengan menunjukkan ketajaman.
Seiring dengan itu, peluangnya di tim inti pun mulai terancam. Keputusan Liverpool menggaetnya juga terus dipertanyakan. Alhasil, Keane mulai resah dan tak betah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkadang pemain hebat tak bisa bisa kerasan di tim dan ketika ini terjadi Anda harus mempertimbangkan situasinya dan berusaha bereaksi dengan cepat," kata Benitez di The Sun, Selasa (3/2/2009).
"Kalau tidak baik untuk tim maka akan lebih baik buat semua pihak untuk membuat sebuah keputusan dan karena situasi di bursa transfer dan peluang untuk sang pemain, maka kami harus melakukannya sekarang," lanjut dia.
Pria asal Spanyol itu mengaku sudah mempertimbangkan semua masak-masak dan keputusan melelepas Keane adalah jalan keluar yang paling baik.
"Saya harus menganalisa keadaan dan melihat gambar yang lebih besar, dan ini berarti memikirkan klub dan tim, dan apa yang terbaik buat mereka."
"Sekarang saya ingin mendoakan Robbie yang terbaik karena walau keadaan tidak berjalan baik-baik, dia sudah bekerja keras untuk kami. Si pemain butuh bermain dan dia tak mendapatkannya sebanyak yang dia harapkan bersama kami," demikian Benitez.
Lalu, kepergian Keane jelas membuat stok pemain depan Liverpool menipis. Apalagi mereka tak sempat mencari pengganti karena bursa transfer sudah ditutup. Khawatirkah Benitez?
"Kami masih punya Babel, Ngog dan Kuyt selain juga Torres. Itu berisiko, tapi situasinya (dengan Keane) tidak baik dan kami (memang) harus melakukan sesuatu," tandas dia. (krs/krs)











































