Spurs yang menjadi tuan rumah buat Arsenal, Minggu (8/2/2009), menyia-nyiakan kesempatan besar untuk mendulang tiga angka. Menghadapi tim yang bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama, The Lilywhites hanya bermain imbang 0-0.
Tidak ada keluh kesah mendalam dari dressing room Spurs, tidak pula ada pengambinghitaman pada sesuatu atau seseorang. Meski kecewa, tapi manajer Harry Redknapp tetap berkomentar positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu mereka bermain dengan sembilan orang di lini belakang di babak kedua, sulitlah buat kami mendobraknya. Cuma di 10 menit terakhir mereka (Arsenal) tampak menyentak kami dengan serangan baliknya."
Dari banyak peluang yang didapat, beberapa yang nyaris membuahkan gol adalah sundulan Robbie Keane yang melayang tipis di atas mistar gawang, lalu tembakan Wilson Palcios yang ditepis Almunia, serta tendangan Modric yang juga dimentahkan kiper Spanyol itu.
Namun, peluang terbaik dalam pertandingan itu adalah yang terjadi di masa injury time. Tinggal berhadapan dengan Almunia di dalam kotak penalti, Modric gagal mengalahkan lawannya itu.
"Kami cuma butuh satu gol. Dan kalau saja laki-laki kecil (the little man) itu mencetaknya di akhir pertandingan, kami semua pasti akan pulang dengan senang," demikian Redknapp mengomentari momen yang dimiliki playmaker Kroasia-nya itu.
Kendati demikian ia tidak bermaksud menyalahkan Modric. Sebaliknya, ia tetap memberi sanjungan pada pemain yang bertinggi badan 174 cm itu. Redknapp menyebut Modric sebagai pemain yang sangat hebat dan finisher yang jempolan. Hanya saja, malam ini bukanlah miliknya.
(a2s/krs)











































