Berbicara soal "blak-blakan dan apa adanya", Arsenal pernah punya pengalaman buruk yang saat itu melibatkan nama William Gallas. Pernyataan blak-blakannya kepada media soal kondisi internal The Gunners beberapa bulan lalu berujung pada pergantian jabatan kapten di Emirate Stadium.
Mungkin khawatir dirinya akan mengulang kasus serupa di masa-masa mendatang, Arshavin sudah jauh-jauh hari memperingatkan Arsene Wenger dan rekan-rekannya atas sifatnya yang tanpa basa-basi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkadang saya merasa susah untuk menyembunyikan ketidaksenangan saya pada orang tertentu. Hal ini memang bisa berimbas buruk. Namun, inilah saya," tukas Arshavin seperti dikutip dari Telegraph. "Saya suka bicara terus terang, bicara tentang apa yang ada dalam pikiran saya. Saya sadar saya bisa dimusuhi. Saya selalu berkata jujur."
Kejujuran Arshavin sudah terlihat. Bukan dalam konteks sepak bola, memang. Striker berusia 27 tahun ini pernah berkata, seandainya ia menjadi pemerintah, ia ingin mencabut SIM seluruh pengemudi wanita yang dinilainya tidak mampu berlalulintas dengan baik. Sebuah pernyataan yang cukup kontroversial, karena terlontar dari mulut seorang publik figur.
Khusus buat Wenger, pengakuan pemain yang diboyong dengan harga 15 juta poundsterling ini bisa jadi merupakan peringatan dini. Jika kasus seperti Gallas kembali terulang, upaya masuk ke deretan papan atas klasemen bisa makin susah karena "Tim Gudang Peluru" kini sudah diganggu badai cedera pemain.
Terlebih, Arsenal juga tengah dilanda masalah cedera yang menimpa pemain intinya. Perselisihan di tengah kurangnya stok pemain, bisa semakin menjauhkan Arsenal dari posisi empat besar.
Kalau begini keadaannya Wenger mungkin akan pikir-pikir untuk bisa berbagi strategi pada Arshavin, sementara pemain-pemain Arsenal mungkin tak akan memasukkan nama Arshavin di sesi curhat mereka. (din/a2s)











































