23 Februari 2008 tampaknya bakal menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan oleh pemain yang akrab disapa Dudu ini. Bertanding di kandang Birmingham City, ia mendapat tekel keras dari Martin Taylor yang membuatnya menerima patah di bagian fibula kaki kirinya.
Taylor diusir dari lapangan dan Eduardo harus dilarikan ke rumah sakit. Manajer Arsene Wenger sempat marah kepada Taylor dengan mengatakan bahwa seharusnya ia dihukum tak boleh bermain seumur hidup, namun akhirnya menarik ucapannya kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertandingan replay babak keempat Piala FA melawan Cardiff City, Wenger memainkan Eduardo sebagai starter. Striker berpaspor Kroasia itu berada di lapangan selama 67 menit, akhirnya sebelum digantikan oleh Robin van Persie.
Namun, apa yang diberikannya selama 67 menit itu sungguh luar biasa. Sebagai pemain yang baru comeback akibat dari cedera parah, Eduardo berhasil mencetak dua buah gol, di mana salah satunya diciptakan dari titik putih.Β
Wenger pun memuji penampilan Eduardo. "Ia bermain baik. Ketika Anda lama beristirahat, cukup sulit untuk menahan keinginan untuk segera tampil kembali, dan cukup berat melihat rekan-rekan satu tim bermain sementara Anda harus beristirahat. Eduardo bisa mengatasi semua tekanan itu," katanya seperti dikutip dari BBC.
"Kami terus memberikan latihan pada Eduardo, hingga ia benar-benar siap untuk laga pertamanya. Ia juga terbantu dengan penampilan baik tim ini."
Untuk ke depannya, The Professor yakin Eduardo akan terus menyumbangkan hasil positif bagi The Gunners. "Saya percaya, sebagai seorang striker ia akan memberi kontribusi dan membantu tim ini memenangi pertandingan. Dia memiliki semangat yang sempurna, berbakat, dan sangat pandai," pungkasnya.
Debut Eduardo pascacedera sendiri sebenarnya sudah berlangsung lima hari yang lalu saat memperkuat negaranya, Kroasia, meladeni Rumania dalam laga persahabatan. Dalam laga itu Dudu membuat satu assist untuk membawa Kroasia menang 2-1.
(roz/roz)











































