Ketajaman yang dirindukan oleh publik Emirates Stadium ternyata tak kunjung hadir. Di laga terakhir Premiership melawan Sunderland, misalnya, pasukan "Gudang Peluru" hanya bermain imbang tanpa gol.
Hasil itu sekaligus melengkapi deretan skor kacamata yang didapat Arsenal di kompetisi domestik, setelah di dua pekan sebelumnya, Emmanuel Adebayor cs juga bermain 0-0 melawan Tottenham Hotspur, dan West Ham United.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"So, di saat-saat terakhir musim ini, kami harus menemukan keseimbangan antara bermain solid di belakang dan di depan," sambung pria Prancis berumur 59 tahun itu.
Dalam laga melawan Sunderland, Arsenal sebenarnya jauh mengendalikan permainan. Dari data yang dilansir Soccernet, Sami Nasri dkk tercatat menguasai 61 persen penguasaan bola.
Namun, khusus soal itu Wenger berusaha tidak menyalahkan anak-anak buahnya. Alasannya, Sunderland dipandang terlalu takut untuk bermain terbuka dan cenderung memainkan sepakbola negatif.
"Kami harus lebih melakukan determinasi untuk menghukum tim-tim yang menolak untuk bermain," tukasnya.
Pun, Wenger tidak punya jawaban pasti untuk mengembalikan ketajaman timnya. "Saya tidak tahu apakah itu faktor psikologis. Tidak ada alasan yang biasa saja untuk itu. Tapi kami mendapat beberapa peluang saat melawan Sunderland. Dan itu dekat sekali dari gawang mereka."
"Saya tidak bisa menyalahkan semangat mereka, dan percaya bahwa kami bisa kuat dan hasilnya pasti akan datang," pungkas Wenger.
(a2s/arp)











































