Dengan kedatangan deretan pemain kelas dunia macam Roman Pavlyuchenko, Luka Modric dan Giovanni Dos Santos ke White Hart Lane, harapan terhadap Spurs untuk menyaingi The Big Four memang menderas.
Tapi apa lacur. Alih-alih menjadi tim kuat di Inggris, performa The Lilywhites malah terpuruk. Sempat terjerembab di dasar klasemen, mereka kini berada di posisi ke-14 Premiership dan hanya berselisih lima angka saja dari Blackburn Rovers yang berada di zona degradasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam leg kedua yang digelar di White Hart Lane, Jumat (27/2/2009) dinihari WIB, Spurs tersingkir setelah hanya bermain imbang 1-1. Kondisi itu pun membuat Spurs tak punya pilihan lain untuk menyelamatkan muka mereka, kecuali memenangi satu satunya trofi yang tersisa: Piala Carling.
Tetapi untuk bisa memenuhi ambisinya itu, jalan terjal harus didaki Spurs. Pasalnya, lawan yang menunggu di final yang akan dihelat Minggu (1/3) adalah Manchester United.
Putusan menerjunkan pemain-pemain pelapis di Piala UEFA pun disebut Redknapp sebagai bagian dari rencananya untuk bisa menjadi yang terbaik di ajang kelas tiga di Inggris ini.
"Jika sebentar lagi kami tidak berlaga di final Piala Carling, saya tidak akan mengistirahatkan para pemain (utama)," ungkap Redknapp sebagaimana dikabarkan The Sun.
Dadu terakhir sudah dilempar oleh Redknapp. Tinggal kita lihat saja hasilnya dalam sebuah meja bertajuk final Piala Carling di Stadion Wembley. Bisa, Spurs?
(arp/key)











































