Digaet dari Zenit St Petersburg, penyerang internasional Rusia itu baru main enam kali dengan seragam The Gunners -- empat di liga, dua di Piala FA. Dari jumlah itu ia baru mencetak satu gol, saat timnya membungkam Blackburn Robers 4-0 di Emirates Stadium pekan lalu.
Atas performa menawan tersebut -- ia jugaΒ membuat satu assist -- Arshavin mendapat pujian dari pelatihnya, Arsene Wenger. Namun ia tidak lantas terbuai dan ingin menunjukkan kemampuan yang sebenarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru mengenal teman-teman di tim. Kadang-kadang saya tak tahu bagaimana harus bermain, lari ke arah mana, dan mencari ruang," ungkap Arshavin kepada situs Arsenal TV.
"Ya, terkadang saya main bagus. Tapi saya ingin menunjukkannya setiap saat. Walaupun begitu, di setiap pertandingan permainanku terus membaik, dan saya masih ingin meningkatkannya," lanjutnya.
Hal lain yang juga sedikit menjadi kendala bagi Arshavin adalah ia sering ditempatkan Wenger di posisi sayap, bukan di pos favoritnya sebagai second striker. Namun, itu pun bukan masalah besar karena di awal karirnya ia sempat bermain sebagai winger.
"Pelatih harus memutuskan di mana posisi terbaik bagi saya untuk bermain. Tapi dalam pikiran saya, bila Arsenal memainkan 4-4-2, lebih baik bagi saya untuk berposisi sebagai second striker."
"Bila kami memainkan 4-3-3, tidak masalah bagi saya untuk bermain di sayap kiri atau kanan," tutup pengoleksi 41 caps dan 15 gol bersama timnas Rusia itu. (mrp/a2s)











































