Shearer ditunjuk untuk membesut Newcastle pada Rabu (1/3/2009) lalu. Ada delapan laga tersisa di agenda The Tyneside yang harus dilakoni Super Al untuk menyelamatkan klub yang pernah diperkuatnya itu.
Meski memiliki reputasi hebat sebagai pemain, kapasitas Shearer sebagai manajer masih diragukan. Maklum, eks striker berusia 38 tahun itu belum punya pengalaman sedikit pun menangani sebuah klub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak punya pengalaman namun saya akan diharuskan belajar dengan sangat cepat," aku Shearer sebagaimana diwartakan AFP.
Dalam rangka belajar menjadi seorang manajer, Shearer akan meminta saran kepada para mantan manajer yang pernah bekerjasama dengannya ketika masih aktif merumput baik di Newcastle maupun timnas Inggris.
"Saya akan bicara dengan Kevin (Keegan), saya akan bicara dengan Kenny (Dalglish), Bobby (Robson), Terry (Venables) dan Glenn (Hoddle), kita akan melihatnya setelah itu," ujar eks penyerang Southampton dan Blackburn Rovers itu.
Ujian Shearer tak ringan. Newcastle yang kini duduk di peringkat ke-17 akan menjamu pemburu titel Premiership yang berada di posisi tiga, Chelsea, di St James' Park, Sabtu (4/4).
Meski berat, Shearer punya kenangan indah dengan Chelsea. April 2004, Super Al mencetak satu gol ke gawang The Blues yang mengantar Toon Army menang 2-1. Gol itu juga jadi gol nomor 173 dari 206 gol yang akhirnya dicetak Shearer dan menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak klub itu.
"Saya pikir untuk saya menyerap semua pengalaman yang saya bisa. Saya akan membutuhkannya," tandas Shearer.
(arp/arp)











































