"It's the best feeling in the world!" ia berseru demikian kepada BBC Sport, seusai timnya mengalahkan tim favorit Manchester United di pertandingan semifinal, Minggu (19/4/2009) malam WIB, lewat adu tendangan penalti.
"Aku kira fans kami selalu menanti-nantikan ini selamanya. Aku sungguh di awang-awang. Aku tak bisa menjelaskannya dengan kata-kata," sambung gelandang serang internasional Australia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menarik, Cahill nyaris menjadi pecundang apabila Everton kalah pada drama tos-tosan. Pasalnya, ia adalah penendang pertama dari kubu The Toffees, dan eksekusinya melambung!
"Aku geram sekali karena tidak bikin gol. Tapi itu sebabnya kami bermain sebagai sebuah tim dan rekan-rekan saling membantu," papar pemain berusia 29 tahun itu.
"Aku ingin mengarahkan bola ke atas secepat mungkin. Tapi aku malah menendang terlalu tinggi. Kalau aku dapat penalti lagi di final, aku mungkin akan menyuruh pemain yang lain saja." (a2s/roz)











































