Hiddink berpamitan dengan para suporter setia Chelsea di Stadion Stamford Bridge dalam laga melawan Blackburn, Minggu (17/5/2009) malam WIB. Chelsea memang masih menyisakan satu laga di Liga Inggris menghadapi Sunderland, tetapi itu akan berlangsung markas lawan. Satu partai lagi, yakni Piala FA, akan dihelat di Wembley. Maka jadilah ini partai pamungkas Hiddink di The Bridge.
Baik Hiddink dan Chelsea sebenarnya serasi. Sejak Hiddink datang, Chelsea yang di paruh pertama kompetisi musim ini sempat tampil kurang baik, disulap menjadi sebuah tim yang begitu kompetitif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum nantinya berpisah, sebuah pesan diutarakan Hiddink. Sebuah masukan yang ia harapkan bakal berguna bagi kejayaan Chelsea di masa-masa mendatang, meski sang Meneer tak lagi di mendampingi klub berlambang singa itu.
"Ketika Anda ingin bersaing, Anda harus terus melakukan pembaruan pada tim hampir di setiap tahun. Apalagi, realistis saja pada musim depan pemain-pemain kami sudah mulai berumur," tukas Hiddink seperti dilansir dari AFP. Sejumlah pilar kunci Chelsea seperti Didier Drogba, Frank Lampard, dan Michael Ballack saat ini sudah memasuki usia kepala tiga.
"Untuk Piala FA, Piala Liga, Liga Primer, dan Liga Champions, Anda dituntut memiliki skuad yang penuh kualitas. Anda dituntut bisa mengoptimalkan seluruh pemain, seperti yang dilakukan Manchester United," tambah pria yang juga pernah menukangi tim nasional Korea Selatan dan Australia ini.
"Semua ada di tangan manajemen baru. Dengan penuh rendah hati, saya sampaikan seluruh saran ini kepada klub. Mereka pasti bisa memahami," pungkasnya. (roz/a2s)











































