Musim panas setahun lalu, Scolari datang ke Stamford Bridge dengan sambutan positif. Berbekal rekam jejak suksesnya, si pelatih asal Brasil diharapkan dapat menularkan capaian serupa di Chelsea.
Β
Awal yang baik itu ternyata tidak langgeng. Setelah 'Si Biru' mulai kurang meyakinkan dalam menggapai angka, Scolari kehilangan kepercayaan sampai puncaknya dia dipecat pada bulan Februari 2009.
Untuk pelatih yang per 1 Juli 2009 akan resmi menangani klub Uzbekistan, FC Bunyodkor, pemecatan itu menyesakkan karena dia menilai ini tak lepas dari ulah tiga pemain: Didier Drogba, Michael Ballack dan Petr Cech.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja yang akan digeser paling pertama adalah pelatihnya. Dan para pesepakbola tenar sudah sadar dengan kekuatannya dan berbuat sesuka mereka. Itulah masalah utamaku di Chelsea. Drogba, Ballack dan Cech tak menerima metode latihanku ataupun keinginanku," papar dia kepada O Globo yang dikutip The Sun, Senin (29/6/2009).
Ketiga pemain tersebut boleh jadi masih mengidamkan Jose Mourinho, pelatih lama Chelsea, dan tak senang dengan cara-cara Scolari. Pelbagai alasan pun diklaim Scolari telah dibuat mereka untuk merecoki tugas dan kewenangannya sebagai pelatih.
Β
"Drogba tampak seperti mengalami memar otot dan bilang butuh dua bulan untuk menanganinya...di Cannes! Ballack mengaku mengalami sakit kronis di bagian tapak kaki dan minta pergi ke Cologne," kenang dia.
Kalau Drogba dan Ballack seperti ingin mencari masalah dengan Scolari lewat permintaan macam-macam bermotifkan cedera, berbeda dengan Cech. Masalah timbul karena soal menu latihan.
"Dia punya pelatih pribadi kiper untuk dirinya sendiri dan aku tak setuju. Maksudku, pelatih kiper harusnya melatih semua kiper secara berkelompok, bukan hanya satu."
"Dia menjadi marah dan mulai memperlakukanku dengan dingin. Di ruang ganti mulai terlihat bahwa aku memiliki oposisi berat. Dan mereka pada akhirnya mendukung para direksi Chelsea (memecatku)," tukas Felipao.
(krs/a2s)










































