Masih Sama-sama Menunggu

Hak Siar Liga Inggris 2009-10

Masih Sama-sama Menunggu

- Sepakbola
Sabtu, 11 Jul 2009 17:05 WIB
Masih Sama-sama Menunggu
Jakarta - Seperti yang sudah terjadi di dua tahun terakhir, pertanyaan tentang televisi yang memegang hak siar Liga Inggris muncul menjelang musim baru bergulir. Tahun ini, para calon pemegang hak siar masih sama-sama menunggu.

Musim lalu, pemegang hak siar Liga Inggris di Indonesia adalah Aora TV untuk saluran televisi berbayar dan tvOne untuk televisi teresterial alias cuma-cuma.

Menjelang musim 2009-10 bergulir, muncul kabar di sejumlah forum bahwa hak siar Liga Inggris bakal menjadi milik Yes TV yang merupakan bagian dari televisi berbayar Telkom Vision.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun saat dikonfirmasi oleh detiksport, Sabtu (11/7/2009), Direktur Konten dan Pemasaran Telkom Vision Bambang Lusmiadi mengatakan bahwa belum ada deal apapun.

"Kita belum dapat. Masih dalam proses ini. Kalau soal hak siar Liga Inggris saya pikir semua pay tv menginginkan hak siar itu," jawab Bambang dari ujung telepon.

Bambang juga menolak klaim yang mengatakan bahwa pihaknya sudah 90% dipastikan akan menguasai hak untuk menayangkan aksi Fernando Torres, Wayne Rooney dkk tersebut.

"Mohon dikoreksi itu, belum ada kepastian apa pun. Posisinya masih dalam penjajakan. Negosiasi masih berjalan dengan pemilik hak siar, dalam hal ini ESPN/Star Sports," tukasnya.

Telkom Vision mulai musim lalu menguasai hak siar televisi berbayar untuk tayangan Liga Italia Seri A. Bambang mengakui bahwa pihaknya berkeinginan untuk menyatukan dua Liga populer itu di saluran Telkom Vision/Yes TV.

"Kalau berencana (menyatukan) kita sih ada ya. Tetapi kami masih melakukan negosiasi. Soal bisnisnya juga belum bisa dikatakan karena masih dalam proses," tandas Bambang.

Hal senada disampaikan oleh Aora TV selaku pemegang hak siar Premiership selama setahun terakhir ini. Meski menolak klaim bahwa siaran BPL sudah lepas dari tangannya, Aora mengaku belum pasti akan mendapatkan hak yang sama musim depan.

"Belum (lepas). Masih dalam penawaran," tukas Corporate Secretary Gaby Motuloh singkat. (arp/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads