10. Solo run (melawan Reggina, 20 September 2008)
Mendapatkan bola di sepertiga lapangan daerahnya sendiri, Aquilani berlari sendirian menyisir sisi kiri sembari melewati pemain belakang lawan, sebelum melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke pojok atas gawang. Bola hasil sepakannya tak bisa dibendung penjaga gawang Reggina yang hanya terdiam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roma sukses mempecundangi Inter Milan di final Copa Italia tahun 2007. Pada leg pertama yang dimenangi Roma dengan skor 6-2, Aquilani tampil gemilang di lini tengah Il Lupi.
8. Penampilan gemilang di awal musim 2007/08
Aquilani mencetak gol indah dari bidikan kaki kanannya ke gawang Palermo untuk mengantar Roma meraih poin pertamanya di musim tersebut. Pada pekan berikutnya, ia kembali mencetak gol saat Roma meraih kemenangan penting atas Siena di Olimpico. Dua gol di awal musim itu membuktikan bahwa gelandang yang satu ini cukup piawai juga dalam membobol gawang lawan.
7. Gol jarak jauh ke gawang Madrid (5 Maret 2008)
Aquilani mencetak gol spektakuler ketika Roma bertandang ke Santiago Bernabeu di babak 16 besar Liga Champions musim 2007/08. Pemain kelahiran 7 Juli 1984 ini melepaskan tembakan dari jarak 30 meter lebih yang gagal ditepis Iker Casillas. Gol itu termasuk gol terbaik di ajang Eropa terbaik pada musim tersebut.
6. Debutnya di tim nasional Italia (15 Novembr 2006)
Sebulan setelah Italia memenangi Piala Dunia di Jerman, Aquilani dipanggil untuk pertama kalinya untuk masuk tim Azurri yang saat itu berada di bawah kepelatihan Roberto Donadoni, untuk laga persahabatan melawan Turki di Bergamo.
5. Gol di laga internasional (15 Oktober 2008)
Pelatih Italia Marcello Lippi men-starter-kan Aquilani di laga kualifikasi Piala Dunia 2010 melawan Montenegero. Ia membayar tuntas kepercayaan yang diberikan Lippi dengan mencetak dua gol dalam laga yang dimenangi Italia dengan skor 2-1 itu. Tiga poin yang didapat Azzurri dalam partai tersebut cukup penting untuk menjaga posisi di grup delapan kualifikasi Piala Dunia zona Eropa.
4. Debut di Seri A (10 Maret 2003)
Pelatih Roma saat itu, Fabio Capello, memainkan dua pemain muda yang belum pernah bermain di tim senior sebelumnya, Daniele De Rossi dan Alberto Aquilani, dalam laga melawan Torino di Stadion Olimpico. Rossi mencetak gol dalam laga itu sedangkan Aquilani tampil penuh selama 90 menit. Kedua pemain itu sampai saat ini menjadi punggawa Roma di lini tengah.
3. Gol di pertandingan derby (26 Feburari 2006)
Derby Roma melawan Lazio selalu berada dalam atmosfer yang luar biasa. Saat itu kubu Roma dilanda kekhawatiran lantaran absennya Francesco Totti. Roma juga dihadapkan pada catatan kemenangan beruntun. Dan Aquilani mampu menjadi salah satu pahlawan La Maggica dengan mencetak salah satu gol di partai itu, untuk mengantar Roma meraih tiga poin. Ia dengan baik menyelesaikan umpan matang yang diberikan Amantino Mancini untuk menorehkan gol kedua Roma.
2. Umpan ajaib (11 November 2006)
Roma berhasil membekuk AC Milan 2-1 di San Siro. Namun bukan kemenangan Roma di kandang Rossoneri saja yang membuat laga itu istimewa, aksi Aqulani di laga itu juga membuat publik tercengang. Umpannya kepada Mancini yang yang diteruskan ke Totti dan berbuah gol, dilakukan dengan cara yang tidak Lazim. Aquilani melakukannya dengan menyilangkan kaki yang digunakan untuk mengumpan ke belakang kaki yang lain. Gaya ini biasa dikenal dengan sebutan 'Rabona'.
1. Aksi menawan di Piala Super Italia (26 Agustus 2006)
Laga Supercoppa Italiana pada tahun 2006 disebut-sebut sebagai salah satu final terbaik sepanjang masa. Roma yang sudah unggul 3-0, akhirnya harus kalah 3-4 di tangan Inter Milan. Meski begitu penampilan Aquilani di pertandingan tersebut layak diacungi jempol dengan mencetak dua gol, di samping aksi-aksinya yang lain. (a2s/krs)











































