Bagi Ferguson, Hughes merupakan murid sekaligus rival. Hughes yang ketika itu masih bermain, menjadi anak buah Ferguson di Manchester United.
Kini, Fergie dan Sparky sudah sama-sama menangani sebuah tim. "Ironis", karena sang murid saat ini menangani Manchester City, rival sekota MU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laga Liga Primer musim ini, pasukan Hughes mencatat hasil apik yakni selalu meraih kemenangan. Sementara armada Ferguson sudah pernah kalah satu kali.
Akhir pekan ini, Hughes bersama pasukan City-nya akan bertamu ke rumah Ferguson di Old Trafford. Menjelang laga itu, kedua manajer yang memiliki hubungan guru-murid itu saling melontarkan kata-kata perang urat syaraf.
Meski sempat mengatakan City merupakan tim yang congkak, namun Ferguson tidak serta merta membenci Hughes. Sir Alex masih memberikan penghormatannya kepada Sparky.
"Hughes melakukan pekerjaannya dengan luar biasa ketika menangani Blackburn. Padahal, saat itu sumber daya yang dimilikinya sangat terbatas," kata Ferguson seperti dikutip dari AFP.
"Hughes sangat memahami bahwa akan tiba waktu yang tepat bagi untuk mencari klub lain yang memiliki kekuatan dan sejarah yang lebih baik dibanding Blackburn Rovers. Kini, ia telah menghabiskan uang cukup banyak untuk belanja pemain dan ia bisa mencapai hasil maksimal," lanjut manajer asal Skotlandia itu.
Ferguson menyadari bahwa sang "murid" menghadapi tekanan yang cukup kuat di City. Pasalnya, Hughes harus menanggung beban sebagai nahkoda dari tim sarat bintang yang harus dituntut tampil sempurna di setiap waktu. Meski begitu, Sir Alex yakin bahwa Hughes mampu mengatasi semuanya.
"Anda harus menang. Itulah target yang membuat beberapa dari manajer di kompetisi ini merasa ngeri. Namun saya yakin Hughes menyadari konsekuensi tersebut," tuntasnya.
(nar/nar)











































