Di dalam sepakbola tidak ada satu pemain pun kecuali penjaga gawang yang diperbolehkan menggunakan tangannya selama permainan. Sedangkan dalam bola basket, tangan merupakan elemen utama untuk mengontrol dan menembakkan bola.
Siapa sangka, dua olahraga yang bertolak belakang dalam segi aturan dasar ini menjadi elemen penting di balik performa Drogba sejauh ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Basket mendongkrak sepakbola saya. Sebab dalam basket kita dituntut untuk berpikir sangat cerdas dan pergerakan dengan kaki harus benar-benar terkoordinir," demikian tukas pengemas enam dari 16 gol bagi Chlesea di Liga Primer musim ini.
"Di sepakbola kita juga harus melakukan hal yang sama, terutama bila kita berposisi sebagai striker," lanjut Drogba.
Pemain nasional Pantai Gading itu menandaskan bahwa kegemarannya bermain basket sangat membantu penampilannya untuk bertarung di Liga Primer yang banyak mengandalkan kemampuan dan ketahanan fisik.
"Ketika saya dijaga dengan ketat, maka saya dituntut untuk membuka ruang untuk menembak. Hal-hal tersebut saya peroleh dari basket dan saya terapkan saat ini," ujar top skorer Liga Primer musim 2006/2007 dengan 20 gol-nya itu.
"Kini upaya saya untuk menciptakan ruang tembak, mencetak gol, dan juga melompat untuk melakukan sundulan kepala terasa mudah karena itulah yang harus saya lakukan untuk menuntaskan umpan atau menyambut bola tinggi," tuntas pemain yang hingga kini masih mengisi waktu luangnya dengan bermain basketball itu.
(nar/a2s)











































