Usia 60 tahun memang terhitung sudah senja bagi seorang manajer di Liga Inggris. Sang arsitek Arsenal itu hanya kalah tua dari Sir Alex Ferguson (Manchester United) dan Harry Redknapp (Tottenham Hotspur).
Melatih Arsenal sejak tahun 1996, Wenger telah menghadirkan tiga titel Liga Primer, empat gelar Piala FA dan sekali jadi runner-up Liga Champions. Puaskah Wenger dengan pencapaiannya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu-satunya kredit saya berikan untuk saya sendiri adalah saya telah bekerja sangat keras di sepanjang karir saya dan selalu mencoba berkembang," kata Wenger lagi.
Rasa lapar Wenger mungkin berasal dari fakta bahwa belakangan ini Arsenal mulai keteteran bertanding dengan tim-tim raksasa semacam MU dan Chelsea. Sudah empat tahun lamanya tim London utara itu puasa gelar.
Meski gagal membawa Arsenal berprestasi dalam empat tahun terakhir, Wenger jelas bukan manajer sembarangan. Pria Prancis itu telah menjadikan The Gunners sebagai pemilik gaya bermain yang atraktif dan ofensif.
Wenger memulai karir kepelatihan tahun 1984, tiga tahun setelah pensiun sebagai pemain medioker. Nancy, AS Monaco dan Nagoya Grampus Eight adalah tim-tim yang pernah merasakan sentuhan Wenger.
"Saya sangat beruntung masih berada di posisi ini sekarang. Jika saya melihat teman-teman saya yang mulainya bersama, saya sangat-sangat muda saat memulainya," aku manajer berjuluk Professor itu.
"Saya mulai melatih di usia 33 tahun dan survive di usia itu tidaklah mudah, Anda bisa lihat banyak manajer muda. Sulit untuk memulai dengan tanggung jawab besar," ulas Wenger.
"Secara umum, saya bisa disebut beruntung. Tapi saya selalu berpikir kalau saya bisa meraih lebih banyak hal dan membuat putusan-putusan yang lebih baik," pungkasnya.
(arp/mrp)











































