Hasil imbang atas Birmingham City dinihari tadi menambah kisah suram Liverpool di musim ini. Dianggap sebagai penantang gelar juara, The Reds dibuat kocar-kacir oleh cedera yang bersamaan mendatangi Gerrad dan Torres.
Soal ketergantungan Rafael Benitez pada sang kapten dan El Nino sudah jadi rahasia umum. Hal tersebut membuat hasil laga The Reds jadi cukup mudah diprediksi jika salah satu atau keduanya tidak dimainkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketergantungan Liverpool pada Gerrard-Torres tak cuma sekadar masalah bikin gol. Dalam kurun yang sama, Gerrard sudah membuat 12 assist buat Liverpool. Di Liga Inggris catatan tersebut cuma kalah atas Cesc Fabregas (17 assist) dan Frank Lampard (13 assist).
Faktanya, saat pasangan tersebut absen di sepanjang musim ini, skuad arahan Rafael Benitez rata-rata cuma bisa bikin satu gol dan 3,7 tendangan ke arah gawang di setiap pertandingan. Padahal jika duo tersebut merumput rataan gol Liverpool meningkat menjadi 2,3 dan tembakan ke gawang melesat ke angka 7,6 di setiap pertandingan. Data ini diambil hingga akhir bulan Oktober.
Tren seperti ini sudah bertahan sejak musim 2007/2008 dan tak cuma terjadi di Liga Inggris. Di ajang Liga Champions, prosentase kemenangan Liverpool adalah 69% saat Gerrard dan Torres main. Tapi saat salah satu atau keduanya terpaksa tak dimainkan, maka prosentase kemenangan The Kop mengkerut ke angka 29%.
"Setiap tim di dunia akan merasakan kehilangan pemain dengan kualitas Gerrard dan Torres. Gerrard adalah kapten yang inspiratif dan merupakan gelandang yang luar biasa jika dalam kondisi puncak. Dan Torres adalah salah satu striker terbaik dunia saat ini," sahut Alan Shearer mengomentari kondisi The Reds.
"Tapi semua tim besar harus bisa menghadapi saat kehilangan pemain kunci dan Rafael (Benitez) akan melihat ke pemain lain di skuadnya untuk mengisi kekosongan saat ada pemain lain yang absen," pungkas mantan striker Newcastle United itu.
Bagaimana, Rafa? (din/roz)











































