Di City of Manchester Stadium, Sabtu (26/12/2009), Mancini untuk pertama kalinya sejak musim panas 2008 terlihat memimpin sebuah tim di pinggir lapangan. Setelah menganggur satu tahun pasca didepak Inter Milan, ia kini menangani Manchester City.
Di laga perdananya itu ia memimpin Robinho dkk memetik kemenangan 2-0 atas Stoke City. Kedua gol The Citizens dibuat oleh Martin Petrov dan Carlos Tevez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bertepuk tangan buatku dan aku sangat senang. Aku hanya bisa menjawab fans dengan kerja keras, dan saat ini, aku pikir kami bisa bermain dengan baik dan bekerja dengan bagus di sini."
"Mark Hughes pemain yang fantastis, di Inggris dan untuk Wales. Dia populer. Aku tidak populer di Inggris tapi tenar di Italia. Aku suka Italia, tentu saja. Tapi atmosfer di sini indah dan aku sangat senang berada di sini. Aku cinta penonton di Inggris dan para pemain membalasnya."
Saat ditanya soal target membidik posisi empat besar di akhir kompetisi, Mancini menjawab, "Itu memungkinkan. Tapi untuk menuju ke sana kami harus bekerja, bekerja, dan bekerja setiap hari."
Seperti dilansir AFP, Mancini juga sempat bercanda dengan pers Italia yang mengatakan bahwa fans dia di Italia ikut menonton pertandingan City tersebut melalui siaran televisi. Namun, yang tidak familiar adalah dia mengenakan scarf biru muda-putih khas City.
Mancini pun tak kalah piawai menjawabnya, sambil tertawa. "Ini memang warnaku. Biru ini -- Sampdoria, Lazio, Inter -- adalah warna yang sama."
Ketiga klub yang disebut di atas memang tim-tim yang pernah dibela Mancini, di luar timnas Italia yang jugaΒ berkostum biru. Klub profesional pertamanya, Bologna, juga beraroma biru dan berjulukan Rossoblu alias merah-biru. Tim Inggris yang pernah disinggahi selama satu bulan di awal 2001, Leicester City, juga berwarna dasar biru. Hanya Fiorentina, tim yang pernah merasakan sentuhan tangan Mancini yang tidak ada unsur biru di jersey-nya. (a2s/a2s)











































